pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pembeli Mulai “Buru” Pernak Pernik Natal

MAKASSAR, BKM– Jelang perayaan Natal 2018 bagi umat Kristiani, pernak-pernik dan ornamen serta kartu ucapan Natal mulai ramai diburu warga di beberapa swalayan dan toko di Kota Makassar hingga Selasa (18/12).
Pantauan BKM, sejumlah mal, toko dan swalayan di Kota Makassar mulai menjual pernak pernik natal seperti pohon natal, bola warna warni, gantungan lonceng, santa claus, lampu hias dan hiasan bertuliskan “selamat natal”.
Robert, warga Tamalate yang membeli pernak-pernik Natal mengatakan, mulai membeli sejak jauh hari untuk pernik natal untuk menghiasi rumah jelang perayaan Natal tahun ini.
“Karena saat perayaan Natal, semua harus dipersiapkan secara baik, bukan hanya pohon Natal, namun berbagai jenis hiasan yang akan di pasangkan pada pohon Natal, kartu ucapan hingga bersih-bersih rumah dan mengecat ulang rumah,” kata Robert.
Robert juga mengatakan, jelang perayaan Natal ia juga mempersiapkan diri dalam perayaan Natal karena bulan desember adalah bulan keluarga saat seluruh keluarga berkumpul.
Salah satu toko di kawasan Boulevard, kini mulai dipenuhi pelanggan yang hendak memburu hiasan pernak pernik pohon natal. Tidak hanya pohon natal, boneka santa pun bayak diminati.
Menurut penjaga toko, Rani Iskandar, hiasan pohon natal paling laris. Pembeli mencari hiasan pohon natal. Kisaran harga yang dipatok beragam, mulai dari Rp50 ribu sampai ratusan ribu. ia juga menuturkan, bahwa tokonya sudah mulai padat pengunjung sekitar akhir November lalu.
“Menjelang hari H pasti pengunjung padat sekali,” ucapnya.
Sementara itu, kue kering , buah buah dan permen natal di kawasan tenan tenan yang ada dipelataran Store Panakkukang juga kerap diburu untuk melengkapi perayaan natal mendatang. Carrefour Panakkukang, buah yang laris saat perayaan natal biasanya apel fuji, jeruk sunkist dan pear chiangli. kini buah impor mengalami kenaikan 10 persen dari harga normal jelang hari natal.
Salah satu penjaga Toko Toyscity, Mirna juga mengaku penjualan pernak pernik natal dan tahun baru sudah mulai dipesan masyarakat sejak November lalu. Mereka banyak membeli ornamen pohon Natal dari ukuran terkecil hingga yang terbesar, begitu juga pernak perniknya. Apalagi ditokonya memberikan diskon setiap pembelian diatas Rp200 ribu mendapat potongan harga.
“Assesoris natal ini sebenarnya sudah mulai masuk dari bulan lalu, karena dominan sih yang beli itu pohon natal sama bola-bola hiasan di pohon Natal. Kalau yang pesan yang digereja itu biasanya pesananya sudah jauh-jauh hari,” ungkapnya saat di temui di tokonya di dalam Poros Perintis KM 15, kemarin.
Selain itu, ia juga mengaku tidak terlalu tahu persis berapa omset yang didapatkan. Akan tetapi, sepengetahuannya ada kenaikan dan tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Saya kurang tahu juga kalau soal itu, tapi kurang lebih ada kenaikan walau tidak terlalu siginifikan sih mba,” ujarnya.
Dominan pembelinya memang membeli pohon natal dan pernak perniknya. Namun, diluar itu peminat parcel natalpun tidak jauh kalah peminatnya di wilayah makassar selatan ini. Sebab diakuinya tidak hanya ummat Kristiani saja yang datang mencari pernak pernik natalan dan memesan parcel.
“Harga pohon tergantung ukuran feet nya ada Rp 140 ribu sampai Rp 2.8 juta itu untuk 8 feet. kalau pernah perniknya dari harga Rp 15 ribu sampai Rp 300 ribu, tidak menentu mba apa yang paling banyak dibeli semua sama,” katanya.
Malah katanya beberapa penggunjugnya dari agama lain turut membeli hal itu untuk menjadi kado untuk keluarga, teman dan koleganya yang merayakan hari natal dan tahun baru. “Iya kemarin itu banyak sih mba yang pesan parcel untuk teman-teman kantornya untuk ucapan begitu. Harga parcel disini variatif dari harga Rp 80 ribu sampai Rp1 juta juga ada tergantung ukurannya,” tuturnya.
Begitupun dengan Toko Kadokado yang terletak di Poros BTP, Jussy Hoe mengaku permintaan penjualan pernak pernik natal tidak terlalu banyak. Walaupun telah memberikan diskon hingga diskon 20 persen, namun kenaikan pembeli tidak banyak.
“Biasa saja, tidak sedikit dan tidak banyak juga. Mungkin karena sebelumnya mereka (warga nasrani) sudah punya, kalaupun ada yang pesa satu dua orang ji dalam sehari seperti bola-bola dan gantungannya,” bebernya. (ita-jun)



×


Pembeli Mulai “Buru” Pernak Pernik Natal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar