pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ditugaskan Menyiapkan Perlengkapan Untuk Kegiatan

SAAT INI Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Makassar menampung sekitar 60 warga binaan yang akan merayakan Natal. Randy Baret salah satunya. Sejak Februari 2015 dirinya menjadi warga binaan, tahun ini merupakan tahun ketiga melaksanakan natal di dalam Lapas.

Laporan: JUNI SEWANG

“Sudah 3 tahun perayaan natal saya lewati. Saya masuk ke Lapas dalam kasus kekerasan anak. Di dalam Lapas saya sudah senang karena diberdayakan sebagai Tampin. Tamping adalah para narapidana yang dipercaya untuk dipekerjakan,” katanya kepada penulis.
Bahkan sebagai tamping Ia diminta menjaga dan menyiapkan perlengkapan setiap kali ada acara atau kegiatan di dalam Lapas. “Saya dipercaya jadi tamping umum, pekerjaan saya menyiapkan perlengkapan kegiatan dalam Lapas,” jelas Randy.
Randy mengatakan, dirinya sejak menjadi warga binaan, sangat menyadari kesalahannya.
“Sewaktu saya masih diluar, saat masih bersama istri dan saya mu’alaf. Setelah berpisah sama istri kembali lagi ke agama saya. Di sini kami ibadah dilakukan setiap hari. Kami didatangkan pendeta gereja dari luar, kecuali hari Jumat dari Departemen Agama. Saya betah disini, saya banyak belajar menjaga emosi,” jelasnya.
Di dalam Lapas, cerita Randy, Ia seringkali mendapat rezeki dari para pegawai Lapas.
“Para pegawai Lapas seperti saudara. Dari hasil tamping saya kumpul kumpul, sampai sampai anak saya bilang, bapak dipenjara dapat uang dari mana. Dari 2015 saya bantu bantu warga binaan, dikasi Rp10 ribu saya kumpul, kalau sudah lumayan banyak saya panggil anak saya,” tuturnya.
Disetiap Natal Randy dijenguk oleh keempat anaknya, yang tanpa didampingi ibunya.
“Empat anak saya, anak ketiga ikut sama saya kelas 2 SMP. Karena saya ikhlas, saya tau kalau saya salah, saya ikhlas menjalani, saya tau kalau saya salah. Saya biasa melayani di gereja, dan saya ikut ambil andil kalau ada acara di gereja, saya bisa musik, main keybor main gitar saat acara gereja,” tutupnya.
Randi juga bersyukur bisa bebas akhir tahun 2019 mendatang.
Dia mengaku belajar banyak di dalam Lapas. Ada sesal mendalam tersirat di raut wajahnya. “Saya agak sakit. Semoga Natal kali ini telah memberi saya satu cerita bahagia,” katanya.
Harus menjalani hukuman selama 9 tahun dan 2 bulan potong masa remisi dinilainya sebagai proses pencucian diri. Natal kata dia dimaknai sebagai sebuah momentum ‘terlahir kembali’. Makna pertaubatan sebagai manifestasi dari kelahiran Yesus itu telah menginspirasi niatannya untuk berubah.
“Jujur, beberapa hari terakhir jelang perayaan Natal, saya sedih mengenang Natal sebelumnya bersama keluarga dan anak-anak di rumah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.(jun)



×


Ditugaskan Menyiapkan Perlengkapan Untuk Kegiatan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar