PRODUK lokal memang harusnya selalu didukung. Seperti halnya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sulsel yang beberapa produknya tak kalah dengan produk luar. Termasuk produk milik Marlia.
Laporan: NUGROHO
Apalagi jika mereka berhasil menciptakan produk yang berkualitas dengan kemasan yang juga menarik. Tentu pasar internasional tak lagi hanya angan-angan.
Salah satu pelaku UKM di Sulsel, Marlia sedang berusaha menuju ke arah itu. Padahal dulunya ia hanya penjual jagung goreng biasa. Kini produknya telah bisa dinikmati oleh masyarakat nasional, bahkan berharap bisa tembus pasar luar negeri.
Nama usahanya adalah ‘Usaha Makmur Bersama’. Produknya bernama Jagung Goreng Cap Petani Jagung. Usaha yang semula dirintis oleh orang tuanya, dan kini sedang ia kembangkan menjadi semakin besar.
Sejak tahun 1987, orang tua Marlia telah membuat usaha kecil-kecilan berupa jagung goreng di rumahnya yang terletak di Jalan Kacong Dg Lalang, Kabupaten Gowa. Saat itu kemasannya begitu sederhana, hanya terbuat dari plastik polos dan dijual belikan hanya di sekitar rumahnya saja.
Cukup lama menekuni, Marlia yang saat itu telah terlibat dalam pemasarannya, melihat jika usaha ini punya peluang lebih dibanding hanya sekedar menjualnya kecil-kecilan. Sehingga pada 1998 lalu, Marlia berhasil mendapatkan izin atas usahanya. Jagung buatannya pun telah bisa di pasarkan di beberapa daerah.
Melihat perkembangan zaman yang semakin maju, Marlia berinisiatif mengubah kemasan produknya menjadi lebih modern. Hingga pada 2013, kemasannya diercantik dan digunakannya hingga saat ini.
“Dulu di pasar-pasar dijual, masih polos plastik kemasannya. Di 2013, kemasannya baru seperti sampai sekarang ini. Supaya mengikuti perkembangan zaman lebih di modernkan. Sejak itu pula penjualannya sudah sampai ke luar daerah,” kata Marlia.
Saat ini pun, penjualan jagung goreng mikik Marlia telah mencakup semua provinsi yang ada di Sulawesi. Selain di Sulawesi, penjualannya juga sudah masuk ke Kalimantan dan Jawa.(b)

