MERINTIS usaha dari nol hingga menjadi besar tidak semudah apa yang kita bayangkan. Ada perjalanan panjang yang mesti dilalui. Sepenggal kalimat itu terlontar dari mulut Zainal Abidin dalam mengisahkan pengalaman dan kesuksesan merintis usaha minuman markisa.
Laporan: ARIF AL QADRY
Dunia usaha beberapa tahun ini cukup banyak dilirik oleh masyarakat, termasuk bapak empat orang anak dari istri Andi Halimah Djoeddawi. Peluang usaha memang banyak dan menjanjikan. Tetapi bagi Zainal, sirup markisa lebih cocok untuknya.
Sudah hampir 29 tahun, Zainal melakoni usaha minuman markisa. Brand yang dibuat untuk produk usahanya ini yaitu Markisa Premium Makkio Baji (MB) dengan warna kemasan kuning. Markisa premium MB buatannya telah masuk di toko oleh-oleh, rumah makan, hingga restoran yang ada di Makassar.
Dalam cerita Zainal kepada penulis, usaha ini mulai hadir sejak tahun 1990. Itu di mana setelah ia ikut bekerja dan mendapatkan cukup pengalaman dari keluarganya yang lebih dulu jual markisa. Setelah ia merasa cukup mapan ikut bersama keluarganya, dia memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri dengan modal seadanya.
“Sebelum saya membuka usaha sendiri, saya dulunya ikut dengan keluarga yang jualan markisa. Tapi pengetahuan saya tentang rasa apalagi resep-resepnya masih sedikit. Namun saya terus berusaha belajar hingga ikut pelatihan di Surabaya. Walhasil, rasa markisa buatan saya banyak suka dan bisa masuk di toko-toko,” katanya.
Sebelum menjalankan bisnis usahanya, Zainal lebih dulu membuat beberapa botol markisa dan diberikan ke tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Melihat respon tamu di rumahnya baik, diapun semakin optimis mampu berhasil menjalankan bisnis usahanya ini. Dan hasilnya sekarang ini markisa buatannya banyak dicari dan laku terjual.
Sembari menjalankan usahanya, pada tahun 2005 Zainal kemudian ke Surabaya. Di sana ia menambah pengetahuan tentang racikan markisa dengan mengikuti pelatihan pembuatan markisa selama beberapa bulan. Dari situlah dia berhasil menghadirkan inovasi untuk produknya dengan membuat brand termasuk peningkatan kualitas rasa tanpa adanya pemanis buatan. Harga markisa dengan isi 500 ml, Rp75.000 dan isi 1.000 ml sebesar Rp150.000.
“Dari Surabaya saya sudah punya brand sendiri bahkan sudah tidak membuat markisa dengan pemanis buatan selain gula dan pengental. Sekarang markisa saya lebih original tanpa pemanis dan pengental. Cukup panjang perjalanan dalam kesuksesan ini,” tambahnya. (*)

