MAKASSAR, BKM — Sejak beroperasi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selalu menuai persoalan. Salah satu yang kerap dikeluhkan pihak rumah sakit adalah keterlambatan pembayaran klaim.
Di sejumlah wilayah, BPJS mengalami defisit yang mencapai ratusan miliar. Belum lagi tenaga kesehatan, seperti perawat maupun dokter yang mengeluh jasa layanan mereka tidak dibayarkan.
Akibatnya, sejumlah rumah sakit memutuskan menghentikan kerja sama dengan BPJS. Namun, sejauh ini, pemutusan kerja sama dengan BPJS belum ada yang dilakukan di Sulsel.
Penjabat (Pj) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Bachtiar Baso, mengakui banyaknya persoalan yang terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk jika ada rumah sakit yang memutuskan kerja sama dengan BPJS Kesejahatan.
“Kalau keluhan, banyak yang kami terima. Tapi kalau rumah sakit yang memutuskan tidak lagi bekerja sama dengan BPJS, belum ada saya dapat laporannya,” ungkap dr Bachtiar, Minggu (6/1).
Dia memaparkan, dari berbagai laporan dan informasi yang diperoleh, ada beberapa faktor yang menyebabkan BPJS Kesehatan dan rumah sakit memutuskan kontrak.
Di antaranya karena BPJS Kesehatan yang memang memutuskan kerja sama, karena perusahaan pelat merah itu konsisten menghentikan kerja sama dengan rumah sakit yang belum terakreditasi.
Ada juga penghentian kerja sama karena rumah sakit yang menginginkan seperti itu.
“Karena rumah sakit merasa rugi bekerja sama dengan BPJS. Seperti laporan yang masuk ke kita. Ada beberapa rumah sakit yang belum dibayar klaimnya. Pelayanan rumah sakit kan bisa terganggu akibat BPJS. Kalau begitu kondisinya, rumah sakit pasti akan bersikap,” jelas Bachtiar.
Dia melanjutkan, BPJS Kesehatan biasanya menahan-nahan pembayaran klaim sampai dua hingga tiga bulan.
“Tapi itu juga mungkin disebabkan oleh laporan pertanggungjawaban dari rumah sakit yang terlambat disetor,” ungkap dr Bachtiar.
Akibat banyaknya persoalan yang mendera, dalam waktu dekat, Pemprov Sulsel akan memanggil BPJS untuk mengetahui kondisinya.
“Kami memang mau memanggil BPJS dalam waktu dekat. Mendengar keluhan beberapa rumah sakit dan yang memberi pelayanan kesehatan,” ungkap Baso.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah juga mengemukakan pendapat senada. Mendengar banyaknya persoalan yang mendera BPJS, dalam waktu dekat akan diundang rapat.
“Kita mau ajak rapat. Karena berbahaya kalau BPJS tidak memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul,” tandasnya.
Dia mengaku sangat prihatian dengan berbagai laporan yang masuk.
“Insyaallah kita mau panggil BPJS. Kita panggil paling direksinya supaya selesaikan berbagai persoalan yang terjadi,” tandasnya.
Ambulans Laut
Sebagai upaya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, Pemprov Sulsel segera mengoperasikan ambulans laut. Kini sudah ada di Makassar. Sudah bersandar di Pelabuhan Paotere sejak Minggu (23/12).
Saat ini Dinas Kesehatan Sulsel tengah melengkapi sarana dan fasilitas kesehatan dan pendukung lainnya. Rencananya dalam waktu dekat, ambulans ini akan diresmikan dan diserahkan ke Pemkab Pangkep.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Bachtiar Baso, mengatakan kapal tersebut dalam tahap perampungan. Terutama untuk peralatan medis, sehingga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas kesehatan. Pihaknya menunggu petunjuk gubernur untuk pemanfaatannya. Meski begitu, dalam APBD 2019 pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp300 juta. Itu untuk pengadaan obat-obatan serta peralatan medis.
“Kita peradakan beberapa alat, seperti bedah serta pemeriksaan primer. Minimal untuk ibu hamil, operasi bedah, dan pemeriksaan lain,” katanya.
Dia mengupayakan, agar ambulans ini bisa dimanfaatkan lebih cepat. Awal tahun depan sudah bisa dioperasikan. Pasalnya, layanan kesehatan ini sudah ditunggu oleh masyarakat pulau di daerah.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, Pangkep banyak pulau kecil. Makanya, layanan kesehatan ambulans tersebut mesti mengkover kebutuhan warga di pulau yang dulunya sulit terjamah pelayanan kesehatan.
“Segera akan kita serahkan ke pemda. Sudah harus dioperasikan lebih cepat. Saat ini ambulansnya sudah ada di Makassar,” pungkasnya. (rhm/rus)

