pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bahan Bakar Sekali Melaut Capai Rp1 Juta

PAGI menjelang, kehidupan pagi hari pun dimulai di kawasan laut lepas kemudian akan berlabuh di tempat pelelangan ikan Paotere Makassar.

Laporan: JUNI SEWANG

Darui kesibukan para nelayan di Paotere, tampak pula Abdul Azis yang sibuk memindahkan hasil tangkapan ikannya ke dalam bakul ikan.
Mesin perahu yang digunakan Azis berkekuatan 5 sampai 12 tenaga kuda mereka mampu melaut hingga 3 mill jauh nya dari bibir pantai. Bahkan perahu Azis menelan biaya bahan bakar sekali melaut mencapai satu juta, termasuk bekal selama melaut hingga laut luar Sulawesi Selatan.
Ketika para nelayan berjuang keras mencari nafkah di tengah laut, doa orang tualah yang dibutuhkan Abdul Asiz. Meski sepanjang hari mencari ikan di tengah laut kadang hasil yang didapat tidak seberapa. Beberapa kendala tentu nya tidak membuat berkecil hati, tetap semangat berapa pun ikan yang di dapat nya. Mereka harus kembali sesuai hari yang disepakati pembeli ikan borongan, ikan-ikan hasil tangkapannya dijual di Tempat Pelelangan Ikan Paotere diangkut oleh pembeli yang sudah pasti. Mereka hanya bisa pasrah kepada sang maha kuasa yang memiliki alam beserta isinya.
“Melaut selama sepekan, kembali dengan tangkapan dan dijual kepada pemborong, dalam kerja sepekan saya bisa menghasilkan sedikitnya Rp500 ribu,” ungkap Abdul Asiz.
Abdul Asiz berharap, peran pemerintah yang harus jalan demi kemajuan nelayan. Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan harus memfasilitasi nelayan. Bantuan bukan hanya soal dana untuk usaha tetapi lebih baik dengan fasilitas-fasilitas untuk nelayan. Misalkan saja mesin-mesin, pajeko, dan alat jaring ikan.
Pria kelahiran Bungung Bella, Galesong Selatan Kabupaten Takalar 1995 ini sempat menceritakan, sejak kecil dirinya sudah ditemani pantai, lautan, perahu dan ikan-ikan. Posisi rumah dimana ia tumbuh besar halaman belakang adalah pantai.
Tak salah jika kemudian pilihan hidupnya sekarang ini menjadi seorang nelayan. Hanya pekerjaan itu yang bisa ialakukan. “Aku bahagia. Pekerjaan yang dilakukan dengan hati dan semangat mambuat segala pekerjaan menjadi mudah. Pekerjaan sebagai nelayan mungkin menurut sebagian orang cukup melelahkan, tapi itu tidak untuk saya,” ujarnya kepada penulis.
Memang jelas Azis, sangat melelahkan memang bagi sebagian orang yang baru tahu. Baginya yang berasal dari keluarga nelayan, yang sedari kecil terbiasa dengan semua itu, tentu bukanlah pekerjaan yang melelahkan. “Aku percaya bahwa inilah jalan tuhan yang diberikan padaku. Aku selalu bersyukur dengan semua itu. Aku yakin nelayan pun punya peranan penting dalam kehidupan. Kalau tidak ada nelayan, bagaimana bisa kita semua bisa menikmati lezatnya ikan dan makanan-makanan laut lainnya,” ujar Abdul Azis, saat menurunkan ikan di Pelabuhan Paotere Makassar.
Abdul Azis menceritakan saat semua orang terlelap tidur dalam dekapan dinginnya malam, ia dan ayahnya juga sanak saudara sudah harus bangun.(*)



×


Bahan Bakar Sekali Melaut Capai Rp1 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar