MAKASSAR, BKM — Proses penentuan sekretaris provinsi (sekprov) Sulsel berlangsung cukup lamban. Padahal, seluruh tahapan sudah dirampungkan akhir Desember lalu. Sekprov definitif pun tak jelas kapan bisa diketahui.
Berbagai spekulasi pun muncul. Mulai dari tiga nama yang mendapatkan skoring tertinggi saat seleksi tidak sreg dengan keinginan gubernur. Ada pula informasi yang menyebutkan, terjadi tarik ulur kepentingan antara Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Itulah mengapa panitia seleksi (pansel) tidak jadi mengumumkan hasil skoring lima besar peraih nilai tertinggi lelang sekprov.
Padahal Ketua Pansel Prof Gagaring Pagalung kepada wartawan, dengan semangat mengatakan proses seleksi sekprov akan dilaksanakan secara transparan dan profesional. Termasuk ketika proses untuk masuk tahapan lima besar seleksi, Prof Gagaring secara gamblang mengatakan begitu hasil skoring sudah diterima, akan langsung diumumkan ke media.
Malah, keputusan berubah total. Prof Gagaring mengumumkan ke wartawan jika 10 peserta calon sekprov itu dinyatakan layak semuanya untuk ikut tahapan selanjutnya untuk mencari posisi tiga besar.
Dari situ, publik sudah mulai bertanya-tanya ada apa? Dan, sampai pada tahapan rampung seluruhnya, tak ada pengumuman siapa calon dengan nilai skoring tertinggi yang masuk tiga besar.
Informasi yang beredar, tiga nama yang mengantongi nilai tertinggi, semuanya merupakan pejabat dari Pemprov Sulsel. Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman dengan nilai skor teratas. Disusul kemudian Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Sulsel Iqbal Suhaeb.
Tiga nama itu tidak diunggulkan Gubernur Prof Nurdin Abdullah. Karena sebenarnya nama yang disebut-sebut dipersiapkan untuk menjabat posisi top tersebut adalah Hayat Gani, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Penanganan Fakir Miskin pada Kementerian Sosial.
Hayat diketahui merupakan keluarga dekat gubernur. Karena istri Hayat adalah sepupu satu kali dengan orang nomor satu Sulsel itu.
Sebelumnya juga beredar kabar jika tiga nama yang meraih skoring tertinggi seleksi sekprov bersumber dari Wagub Andi Sudirman Sulaiman.
Namun ia menegaskan, dirinya tidak pernah mengatakan seperti itu kepada para wartawan maupun ke media.
“Itu tidak benar. Saya selalu bilang, tunggu beliau, dalam hal ini (Pak Gubernur) yang nanti publikasikan hasilnya,” tegasnya, Senin (14/1).
Ia mengungkapkan, hasil seleksi sudah dilaporkan ke Gubernur Nurdin Abdullah. “Tunggu Pak Gubernur. Info yang beredar itu perlu dicek kebenarannya. Pansel sudah laporkan ke Pak Gubernur hasilnya. Sabar saja ya,” ucapnya.
Gubernur sendiri, sebelum berangkat ke Jakarta pekan lalu untuk melangsungkan pernikahan anak bungsunya, mengatakan hasil seleksi sudah di tangannya. Tapi dia menekankan jika laporan berisi skoring para calon sekprov itu masih tersegel.Dia baru akan membukanya setelah menyelesaikan hajatan besar menikahkan sang putra.
“Nantilah dibuka setelah Uji (anaknya yang menikah). Selesai pesta,” janjinya.
Nurdin juga menekankan, tahapan seleksi sekprov sepenuhnya berjalan secara obyektif, transparan dan tanpa intervensi.
Sekkot Makassar
Terkait persetujuan atas pelantikan Muh Ansar sebagai sekkot Makassar telah diterbitkan oleh Pemprov Sulsel. Sisa menunggu jadwal gubernur.
Penjabat Sekprov Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo tinggal menunggu jadwal resmi pelantikan dari pemkot. Pihaknya pun sudah memberikan persetujuan atas usulan nama sekkot yang disodorkan oleh wali kota.
“Sisa pemkot ini. Kita tunggu saja. Usulan dari mereka juga sudah ada. Sisa jadwalnya yang pemkot tentukan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai kepala BKD Sulsel itu.
Wali Kota Makassar pekan lalu usai menghadiri acara siraman (mappasili) Uji, membenarkan jika pihaknya sudah mendapat persetujuan dari gubernur.
“Kita sudah dijanji sama Pak Gubernur. Dalam waktu dekat ini, beliau akan SK-kan sekda definitif untuk Makassar,” kata Danny. (rhm/rus)

