MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini menjajaki pemasangan alat deteksi tsunami di perairan Sulsel. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan empat titik pemasangan alat deteksi dan sirine tsunami tersebut.
Hal tersebut terungkap setelah Kepala BBMKG Pusat Dwikorita Karnawati melakukan kunjungan ke kantor BPBD Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (18/1).
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Syamsibar mengatakan, potensi gempa di Sulsel memang tak besar. Namun dengan adanya beberapa sesar atau patahan, gempa bumi dan tsunami tetap menjadi ancaman.
“Kita tahu di Sulsel itu ada sesar Palu-Koro, Matano, Saddang dan Walanae. Kita coba belajar dari pengalaman di Palu beberapa waktu lalu, sehingga alat deteksi ini sangat penting,” katanya.
Untuk itu, pihaknya mengusulkan sekitar empat alat detaksi tsunami. Rencananya alat ini akan dipasang Selat Makassar bagian utara dan selatan, perairan Kepulauan Selayar dan Teluk Bone.
“Kalau di Selayar itu juga rawan, apalagi tsunami dari arah Bali atau Nusa Tenggara. Itu yang kita berikan gambaran ke Ibu Dwikorita terkait potensi tsunami yang ada di Sulsel,” jelas Syamsibar.
Terkait anggaran dan pengadaaannya, masih dalam pembahasan antara BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Terlebih setelah tsunami di Selat Sunda, pengadaan alat deteksi tsunami ini menjadi prioritas Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah berencana untuk pengadaan alat deteksi tsunami tersebut. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk hal tersebut.
“Makanya, untuk perlindungan dan perhatian dini, itu harus ada. Kita akan bicara dengan BNPB, apakah itu pengadaannya dengan APBD ataukah secara keseluruhan Indonesia oleh BMKG atau BNPB,” ujarnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengemukakan, pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut. Dia memang berharap agar seluruh daerah dipasangi early warning system (EWS) sebagai pendeteksi dini terjadinya tsunami.
“Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, sehingga Sulsel juga harus dipasangi alat pendeteksi tsunami. Ya, karena Sulsel juga rentan dengan bencana, khususnya daerah yang terdampak oleh Patahan Koro,” ungkapnya.
Untuk kepentingan tersebut, pihaknya akan mencari sumber pendanaan bagi penyediaan EWS tersebut. (rhm/rus)
BPBD Usul BMKG Pasang Empat Pendeteksi Tsunami
×

