MAKASSAR, BKM — Tiga orang lelaki diringkus personel gabungan jatanras (kejahatan dan kekerasan) Polres Maros yang diback up Tim Khusus Polda Sulsel. Mereka adalah Wandi Karim (25), Ardian (19), dan Muh Sulaiman (18).
Dua dari warga Jalan Ir Sutami, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Penyebabnya, mereka melakukan perlawanan saat ditangkap.
Penangkapan dilakukan usai tim Jatanras Polres Maros berkoordinasi dengan Timsus Polda Sulsel. Mereka meminta untuk diback up melakukan penyelidikan serta penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), berdasarkan laporan polisi nomor: LP/06/01/2019/SPKT/Sek Bantimurung tertanggal 14 Januari 2019. Tim gabungan lalu melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Hasilnya, diperoleh informasi tentang ciri-ciri pelaku. Identitasnya juga teridentifikasi. Pelacakan kemudian dilakukan.
Dua orang yang diburu itu terdeteksi tengah berada di Jalan Abdul Kadir, Kamis (17/1) sekitar pukul 18.30 Wita. Petugas lalu bergerak ke sana.
Sesampainya di lokasi, didapati dua orang lelaki yang hendak melakukan transaksi penjualan motor. Lokasi itu pun lalu diblokade. Selanjutnya keduanya disergap. Mereka adalah Wandi dan Muh Sulaiman.
Keduanya lalu digelandang ke posko Timsus Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lajut. Di depan polisi, keduanya mengakui perbuatannya. Mereka telah melakukan pencurian motor di wilayah Maros. Satu titik lokasi diakui keduanya.
Petugas Timsus Polda Sulsel kembali membuka lembaran catatan laporan kepolisian terhadap tersangka. Ternyata masih ada dengan aduan: LP/1/2019/Res Gowa/Sek Gowa/Sub Gowa BTN/Subsektor Patallassang. Laporan ini juga terkait pencurian motor.
Kedua tersangka kembali menjalani pemeriksaan berdasarkan laporan di Polsek Patallassang, Gowa. Mereka lagi-lagi mengakui perbuatannya. Pencurian motor dilakukannya di wilayah tersebut.
Selain itu, keduanya menyebut satu nama rekannya yang bersama-sama melakukan aksi curanmor di Maros. Dia adalah Ardian. Beralamat di Caddika, Jalan Ir Sutami. Tinggal berdekatan rumah dengan Wandi dan Sulaiman.
Pengakuan keduanya ditindaklanjuti polisi. Mereka digiring untuk pengembangan kasus. Petugas memintanya menunjukkan tempat persembunyian Ardian.
Jumat dini hari (18/1) sekitar pukul 01.00 Wita, tim gabungan mengepung sebuah rumah di wilayah Caddika Bulurokeng. Ardian awalnya menolak untuk dibawa oleh polisi. Namun setelah diperlihatkan dua rekannya yang tangannya terborgol, dia pun tak bisa berkelit.
Aparat lalu membawa mereka untuk penunjukan barang bukti. Namun, tersangka berulah. Wandi dan Sulaiman mencoba melakukan perlawanan terhadap polisi hingga terlepas dari kawalan. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung dramatis.
Kedua pelaku kemudian bersembunyi di sebuah kandang sapi. Beruntung, sapi yang ada di dalam kandang bersuara. Polisi menaruh curiga.
Kandang sapi tersebut dikepung. Kedua pelaku yang melihat polisi menghampirinya, berusaha meloloskan diri. Tiga kali tembakan peringatan diberikan. Tapi tak digubris.
Tak ingin buruannya lolos, petugas membidik kaki kedua pelaku. Tiga peluru menyasar betis Wandi. Sementara dua peluru menembus kaki Sulaiman. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Panit II Timsus Polda Sulsel Aiptu Iqbal Kosman mengatakan, dua tersangka dilumpuhkan saat dibawa untuk menunjukkan barang bukti motor hasil curiannya. Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita dua unit sepeda motor, masing-masing Yamaha Vega dan Yamaha Jupiter.
”Tersangka bersama barang bukti yang diamankan sudah diserahkan ke Polres Maros untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Aiptu Iqbal Kosman, kemarin. (ish/rus)
Sembunyi di Kandang Sapi, Dua Curanmor Ditembak
×

