MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sudah membubarkan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang sudah menimbulkan pro kontra. Sebagai gantinya, dibentuklah Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Komposisinya sangat jauh berbeda dengan TP2D. Jumlahnya hanya tujuh orang. Sementara TP2D sebelumnya terdiri dari 24 orang.
Sesuai dengan penjelasan gubernur sebelumnya, TGUPP ini merupakan orang-orang yang memiliki spesifikasi keahlian dengan latar berlakang pendidikan minimal S3 atau berpredikat doktor.
Koordinator tim baru ini, gubernur masih memercayakan ke Prof Yusran Yusuf yang juga merupakan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.
Dikonfirmasi kepada Prof Yusran, dia membenarkan kehadiran tim tersebut. “Iya sudah dibentuk. Jadi bukan tim dengan jumlah enam seperti yang selama ini beredar. Tapi ada tujuh orang di dalamnya. Jadi harus ganjil,” kata Prof Yusran di Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (27/1).
Nama-nama yang masuk tim tersebut adalah Prof Yusran sebagai koordinator tim. Prof Syamsu Alam di bidang pendidikan untuk mencapai Sulsel cerdas. Dr Jayadi Nas bidang politik kemasyarakatan. Prof Budu bidang kesehatan. Prof Sangkala Bidang Reformasi Birokrasi dan Publik. Serta Prof Wahyu pada bidang Infrastruktur dan Energi, dan Dr Haris Bahrun di bidang Pertanian.
Prof Yusran mengatakan, tugas tim tersebut hampir sama dengan TP2D. Yakni mengakselerasi pembangunan. Membantu OPD memastikan program prioritas gubernur tetap berjalan secara cepat dan tepat.
Di bawah tujuh orang tersebut, ada 31 nama yang menjadi tim ahli gubernur dengan berbagai bidang tanggung jawab.
“Jadi tujuh orang itu menjadi koordinator masing-masing bidang. Misalnya infrastruktur siapa tenaga ahli dan mitra OPDnya,” ungkap dia.
Yang menjadi pertanyaan, dari 31 nama tim ahli yang dibawahi oleh TGUPP, ada nama-nama yang secara langsung tidak punya korelasi dengan bidang-bidang yang menjadi tanggung jawab dari tujuh orang TGUPP.
Misalnya ada empat nama dengan keahlian teknik mesin yang merupakan ‘orang-orang dekat’ Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Empat nama yakni diantaranya Ahmad Yusran Amini, Zuryati Djafar, Rendra Darwis, dan Munawir Akil.
Prof Yusran mengatakan nama-nama itu berada di bawah koordinator Prof Wahyu yang membidangi infrastruktur.
Dia menambahkan, tim bentukan gubernur dan wakil gubernur tersebut mulai bekerja per Januari tahun ini. Kinerja mereka akan dievaluasi setiap tahun. Sementara soal honor dan penggajian, kata Prof Yusran, akan mengikuti aturan keuangan. Itu juga sangat terkait dengan capaian kerja setiap anggota tim.
Dari 31 nama yang masuk dalam daftar staf ahli, ada tiga nama baru yang dimasukkan. Di antaranya Agus Salim yang memperkuat aspek ekonomi, karena Pemprov Sulsel dinilai masih lemah di sektor itu.
Kemudian ada nama Anwar Daud sebagai staf ahli bidang kesehatan lingkungan. Serta Lomba Sultan untuk memperkuat bidang keagamaan.
“Nama-nama itu untuk memperkuat sektor yang selama ini masih dianggap kurang,” tuturnya.
Namun ada juga nama yang tidak masuk lagi dalam struktur TGUPP maupun staf ahli. Diantaranya nama Nikita Andi Lolo dan Fahmi.
Prof Yursan mengatakan mereka sekarang lebih fokus sebagai staf khusus.
Sebelumnya, kepada wartawan, Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan ada enam orang yang menjadi tim inti TGUPP. Selebihnya akan membantu tim inti merealisasikan kerja-kerja, khususnya program 2019 gubernur dan wakil gubernur. Spesifikasi tim inti minimal lulusan S3.
Dia menekankan, TGUPP ini akan melakukan pengkajian awal terkait program-program prioritas gubernur. Baik pengelolaan aset, produksi bahan pangan, hingga penyajian pariwisata.
“Seperti contoh, tahun 2021 Sulsel akan jadi lumbung daging, berarti dia (TGUPP) harus kumpulkan para pakar-pakar ternak, mengumpulkan seluruh stakeholder. Dia harus mengumpulkan para pengusaha-pengusaha. Harus melihat berapa pengembangan range. Memang berat. Kedua, kita lagi mencoba untuk mengembangkan pariwisata, baik di pulau maupun di darat. Ini juga harus melalui sebuah kajian,” jelasnya. (rhm/rus)
Ganti TP2D, NA Tunjuk 7 TGUPP dan 31 Tenaga Ahli
×

