MAKASSAR, BKM–Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando mengatakan partisipasi orang tua dalam pengadaan komputer atau laptop untuk siswa saat UNBK memang dibutuhkan. Karena banyak sekolah di Makassar yang jumlah komputer di sekolahnya tak mencukupi jumlah siswa.
Orang tua pun diharapkan bisa membantu pengadaannya. Jika tak mampu membeli, alternatifnya bisa menyewa atau meminjam komputer ataupun laptop untuk ujian.
“Memang karena komputer tidak cukup, jadi harus ada partisipasi orang tua. Tidak ujian itu siswa kalau tidak begitu. Apalagi,kemampuan negara untuk pengadaan komputer terbatas,” kata Rahman, Selasa (12/2).
Rahman juga menambahkan, jika partisipasi orang tua dibenarkan dalam undang-undang. Rahman mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memahami kembali mengenai regulasi soal pendidikan gratis. Ia menjelaskan, di undang-undang itu untuk biaya pendidikan, pemerintah menanggung dari APBD bersama dengan masyarakat.
Saat ini sebagian besar sekolah di Makassar memang kekurangan komputer. Jumlah komputer di sekolah tidak lebih banyak dari jumlah siswa yang ingin mengadakan ujian.
Hal ini karena pemganggaran pengadaan komputer di sekolah memang tidak pernah sebanyak siswa yang ada di sekolah. Pengadaannya pun dikatakan Rahman tidak setiap tahun. Sehingga memang perlu partisipasi dari masyarakat, terutama orang tua.
“Jadi memang partisipasi dari orang tua perlu. Bagaimana lagi, karena anggaran pengadaan komputer di sekolah tidak sebanyak yang dibutuhkan semua siswa,” ucap Rahman.
Sehari sebelumnya, Politisi Partai Golkar Sulsel, Rusni Kasman mengaku prihatin atas kebijakan pemerintah dalam hal persiapan ujian nasinal berbasis komputer (UNBK).
Rusni beralasan karena sampai saat ini masih ada daerah yang belum melengkapi sarana komputer untuk digunakan siswa. Seperti di Kabupaten Bone, baru terealisasi 10 persen komputer dari jumlah keseluruhan 40 sekolah baik SMA maupun SMK negeri. “Baru 11 sekolah yang dapat. Itupun satu sekolah hanya dapat 20 komputer padahal dalam sekolah itu yang akan ikut ujian antara 150 hingga 300 siswa,” ujar Rusni di gedung Tower DPRD Sulsel.
Bahkan kata Rusni, anggaran pengadaan komputer untuk tahun 2018 sudah diberikan sebanyak Rp5 miliar dan tahun 2019 ini sebesar Rp25 miliar. Olehnya itu, ia minta agar segera diadakan untuk menunjang kelancaran siswa mengikuti UN.(nug/war/c)
Partisipasi Orang Tua di UNBK Dibutuhkan
×

