MAKASSAR, BKM — Senin (1/4) hari ini, sebanyak 76.230 siswa dari 580 SMA negeri dan swasta akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian dilaksanakan selama empat hari, yakni 1, 2, 4, dan 8 April.
Berbagai persiapan sudah dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel untuk menyukseskan agenda ini. Salah satunya adalah menyiapkan koneksi server ke seluruh komputer yang digunakan untuk UNBK.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, mengemukakan pihaknya sudah mempersiapkan sambungan 1.485 server ke semua komputer yang digunakan untuk UNBK. Uji coba pun sudah tiga kali dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian lancar.
Sementara untuk UN susulan, SMK digelar 15-16 April, serta SMA berlangsung 29-30 April. Khusus untuk UN paket C atau kesetaraan, dilaksanakan 12-16 April.
Kepada siswa yang akan menghadapi UNBK, Irman yang akrab disapa None itumeminta agar mereka tak terbebani. Beban akan soal yang sulit, justru akan mempersulit mereka dalam menjawab semua materi yang diujikan. Siswa akan lebih tegang.
“Cukup persiapkan diri dengan baik. Jangan berbuat curang dan jangan dijadikan beban. Ketika sudah siap, pasti jawaban bisa diisi dengan baik oleh siswa,” ujarnya.
Selama beberapa kali pelaksanaan UNBK, salah satu yang menjadi persoalan adalah terbatasnya komputer/laptop yang akan digunakan siswa untuk mengerjakan soal.
Karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan segera menyediakan fasilitas laptop untuk seluruh SMA, SMK dan SLB se- Sulsel. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, penyediaan fasilitas untuk semua sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB sangat dibutuhkan. Sebab jika fasilitas sudah ada, maka mudah bagi peserta didik untuk memahami pelajaran.
“Saya titipkan generasi bangsa kepada seluruh guru. Jadi, nanti kita akan mengadakan laptop di semua sekolah. Itu harus dilakukan. Dan saya kira tidak sulit untuk pengadaan itu. Punya CSR perusahaan se-Sulsel,” kata Nurdin Abdullah pekan lalu.
Apalagi, lanjut Nurdin Abdullah, masa depan negeri ini sudah dititip kepada seluruh guru. Olehnya itu, tidak susah untuk menyediakan fasilitas, baik untuk guru maupun untuk peserta didiknya.
Dinas Pendidikan Sulsel pun sudah mendata kebutuhan komputer baru saat ini. Setidaknya satu sekolah butuh 50 sampai 75 unit komputer baru. Bergantung kapasitas ruang kelas atau laboratorium komputer yang tersedia di sekolah tersebut.
None mengatakan, tahun lalu mereka telah membagikan 3.000 unit komputer secara bertahap. Hanya saja, jumlah itu masih terbatas dibanding kebutuhan yang ada saat ini.
Di daerah misalnya, kata dia, rerata punya satu laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Satu laboratorium minimal berisi 25 komputer. Itu pun hanya sekolah di pusat kota saja. Bukan sekolah di pedalaman.
“Estimasi kita, satu sekolah masih butuh untuk dua laboratorium. Idealnya, bisa 50 unit sampai 75 unit,” terang None.
Total SMA dan SMK negeri di Sulsel sekitar 505 sekolah. Belum termasuk SLB. Jadi total kebutuhan Disdik Sulsel minimal sebanyak 25.250 unit komputer atau laptop untuk fasilitas belajar mengajar di laboratorium. (rhm/rus)
Hari Ini, 76.230 Siswa SMA Ikut UNBK
×

