GOWA, BKM — Penyidik di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa terus bekerja guna menguak teka-teki penyebab pasti kematian Siti Zulaeha Djafar, seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia meregang nyawa di tangan tersangka Wahyu Jayadi, seorang dosen bergelar doktor di kampus yang sama pada Jumat (22/3).
Untuk mengungkap apa yang melatarbelakangi sehingga Wahyu Jayadi nekat menghabisi Zulaeha, penyidik telah mengumpulkan data dan bukti. Juga keterangan sejumlah saksi dan tersangka. Termasuk hasil percakapan tersangka dan korban. Polisi menyebut CdR dari gawai korban merupakan data sangat teknis yang akan melengkapi hasil otopsi dari Doksik Biddokkes Polda Sulsel. Rencananya, hasil otopsi akan keluar dua minggu lagi.
Paur Doksik Biddokes Polda Sulsel Zulkarnain yang dikonfirmasi, akhir pekan lalu, mengatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara detil penyebab kematian Sitti Zulaeha Jafar yang meregang nyawa dalam mobil pribadi miliknya.
“Dari hasil otopsi sementara, telah ditemukan di tubuh jenazah korban luka akibat pukulan benda tumpul. Kami mengusahakan penyelesaian hasil otopsi jenazah paling cepat tiga minggu, karena ada beberapa kasus lain yang kami kerjakan,” terang Zulkarnain.
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, untuk perkara pembunuhan ini, pemeriksaan saksi masih akan dilangsungkan minggu depan. Terutama ke UNM untuk menindaklanjuti hasil BAP suami korban Sukri Tenri Sau.
“Saat ini penyidik masih menanti hasil otopsi melalui surat dari RS Bhayangkara, untuk menentukan sebab dan waktu kematian. Setelah menerima hasil otopsi, maka penyidik fokus untuk melakukan rekonstruksi,” kata AKBP Shinto, Sabtu (30/3).
Dikatakannya, pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan merupakan prosedur dari penyidik dalam mengungkap motif pasti pembunuhan tersebut. Tujuannya untuk melakukan pendalaman terhadap kondisi kejiwaan dan personality tersangka. Pemerikaaan ini adalah bagian dari Scientific Crime Investigation (SCI).
Dihubungi kembali Minggu (31/3) terkait perkembangan kasus tersebut, termasuk kapan istri tersangka Wahyu Jayadi akan diambil keterangan dan kesaksiannya, Kapolres Shinto mengatakan untuk saat ini pihaknya fokus pada agenda pengamanan kampanye calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. (sar/rus)
Penyidik Kantongi Data Percakapan Wahyu-Zulaeha
×

