pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Nasib Dua Pimpinan DPRD Sulsel

KONTESTASI pileg yang berlangsung 17 April lalu membuat empat pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan deg-degan. Sebab, dua di antara mereka diindikasikan tidak terpilih.
Mereka adalah Ketua DPRD HM Roem, dan politisi Partai Gerindra HM Yusran Sofyan. HM Roem menjadi calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Selatan. Raihan suaranya untuk sementara berada di bawah Andi Muh Ihsan dan Ajiep Padindang. Sementara posisi ketiga dan keempat diperebutkan antara Tamsil Linrung, Syaiful Saleh, Ikbal Parewangi, serta Lily Amelia Salurupa. “Jadi berdasarkan data yang masuk, maka Andi Muh Ihsan teratas. Dr Ajiep Padindang di posisi kedua. Sementara posisi ketiga dan keempat diperebutkan antara Tamsil Linrung, Syaiful Saleh, AM Iqbal Parewangi, serta Lily Amelia Salurupa,” ujar Jamaluddin Andi, Direktur Pemenangan Tim Andi Adjiep Padindang, kemarin.
Sementara H Yusran Sofyan yang kembali menjadi caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 5, meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai, perolehan suaranya berada di bawah A Muktar Mappatoba.
Baik HM Roem maupun Yusran yang dihubungi, kemarin belum memberikan tanggapan.
Adapun dua wakil ketua DPRD Sulsel masih berjuang untuk lolos di internal partainya. Mereka adalah Syaharuddin Alrif yang maju menjadi caleg DPRD provinsi lewat Partai Nasdem melalui dapil Sulsel 9. Serta politisi Partai Demokrat Ni’matullah Erbe yang menjadi caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui dapil 6.
“Semoga di internal partai, suara saya yang lebih tinggi dibanding milik Pak Latif,” ujar Syaharuddin Alrif.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Ashabul Kahfi, hampir pasti lolos sebagai anggota DPR RI. Ia bertarungdi dapil Sulsel 1, mencakup Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.
Kahfi mengaku telah memiliki suara yang paling tinggi di internalnya. Raihannya lebih tinggi dari milik Mukhtar Tompo, Irwan Zulfikar, dan Satuhang Dg Se’re.
Data yang dikumpulkan koran ini, Kahfi mengumpulkan suara sebesar 34,9 persen, Mukhtar Tompo 26,4 persen, Irwan Zulfikar 22,0 persen, dan Satuhang Dg Se’re 4,6 persen. Sementara Sri Wahyuni Asti 3,4 persen, dan Halina Arifin 1,0 persen.
Dua caleg lain, masing-masing Jabal Natsir meraih 0,7 persen, dan Putri Utami Muis 0,6 persen.
Pengamat politik dari Universitas Bosowa Dr Arief Wicaksono, mengaku sependapat dengan para pakar yang mengatakan bahwa sirkulasi elit kekuasaan di Sulsel saat ini sedang berjalan. Realitasnya adalah, pada sirkulasi elit kali ini tidak lagi menyertakan elit lama untuk duduk kembali berkuasa, dan digantikan oleh elit baru.
“Ini biasa saja sebenarnya dalam demokrasi. Bahwa Pak Roem dan Pak Ni’matullah, serta Pak Yusran Sofyan bisa tumbang, itu juga fenomena yang biasa saja. Kalau sebagian masyarakat melihat bahwa mereka masih pantas dan layak duduk, tapi realitasnya masyarakat juga yang menentukan apakah mereka bisa duduk atau tidak,” ujar Arief Wicaksono, kemarin.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, menilai persoalan ketokohan dan penempatan dapil, serta pergeseran posisi caleg sangat berpengaruh. “Misalnya Pak Roem memiliki basis pemilih untuk DPRD Sulsel. Tapi ketika bergeser ke DPD ternyata sulit bersaing,” jelas Firdaus. (rif)



×


Nasib Dua Pimpinan DPRD Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar