MAKASSAR, BKM — Di hari ketiga pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Makassar, Rabu (24/4), dua kecamatan bersaing ketat dalam perolehan medali. Masing-masing Kecamatan Tallo dan Rappocini dengan koleksi 28 medali. Hanya saja, Tallo masih unggul pada raihan emas yang berjumlah 16, dan Rappocini 13 emas.
Ketua KONI Kota Makassar Agar Jaya menyebut, kedua kecamatan tersebut yang paling berpeluang juara umum pada perhelatan Porkot tahun ini. Namun, ditambahkannya, Tallo lebih besar peluangnya, mengingat kecamatan tersebut mengikuti semua cabang olahraga.
“Saya pikir peluang dua kecamatan ini sama. Tapi Tallo memang lebih sedikit unggul. Mereka mengikitu semua cabor. Beda dengan Rappocini, mereka tidak ikut di cabor perahu naga,” ungkap Agar Jaya di kantornya, kemarin.
Performa Tallo, juga disebutkan Agar, lebih konsisten dibanding kecamatan lain. Tercatat pada tiga pelaksanaan Porkot, di mana Tallo dalam dua pelaksanaan lalu hanya bisa menempati posisi ke-13. Pada Porkot selanjutnya dua tahun lalu berhasil menempati urutan ke-3.
“Dari urutan 13, terus urutan 3, sekarang mereka puncaki klasemen. Saya rasa Tallo memang punya potensi juara. Mereka menurunkan banyak atlet,” jelasnya.
Hingga saat ini, Agar mengaku sudah memantau hampir semua cabor yang dipertandingkan. Dirinya pun bersyukur karena tidak menemukan kendala yang berarti dalam pelaksanaan.
Dari pantauannya, Agar bersyukur karena kontingen yang diturunkan masing-masing kecamatan banyak yang dari kategori atlet junior dan pemula. Ia mengaku hal ini sangat baik sebagai bagian dari regenerasi atlet di Makassar.
“Saya pikir dulu Porkot sebelum ini banyak atlet junior ikut, tahun ini lebih banyak lagi. Sebelumnya itu ada yang usianya masih 8 tahun sudah ikut. Ini ada yang di bawahnya lagi. Saya kira ini bagus untuk masa depan olahraga kita,” ungkap Agar.
Atletik dan Voli
Di tempat terpisah, dua cabang olahraga menggelar pertandingan pada lokasi berbeda, kemarin. Yakni atletik dan bola voli. Kontingen dari 15 kecamatan saling bersaing untuk lolos ke babak selanjutnya.
Koordinator cabang atletik Danial Lius mengatakan, untuk cabang ini diikuti sebanyak dua tim putra putri yang diutus per kecamatan. Mereka bertanding di Stadion Madya Atletik Sudiang.
“Ada dua tim putra putri yang diutus tiap kecamatan. Ini sementara kita lakukan penyisihan,” ujarnya.
Sementara Koordinator Cabang Voli Indoor Herman, mengatakan dari 15 kecamatan yang mengutus atletnya, hanya sembilan tim putri dan 10 putra. Pertandingan berlangsung cukup sengit.
“Kenapa voli indoor ini dilakukan dua hari, karena estimasi kita ada pertandingan set ketiga. Sehingga waktu untuk membagi dengan tim lain juga bisa diantisipasi. Makanya, babak penyisihannya hari ini, semi final dan grand final kita sambung besok (hari ini),” tuturnya.
Dalam babak penyisihan kemarin, atlet perwakilan kecamatan mulai berjatuhan. Seperti Kecamatan Makassar, Tamalate, Tamalanrea, dan Bontoala yang terdiri dari atlet voli putra dan putri. (nug-ita/rus)

