pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pejabat Daerah Isi Posisi Strategis di Pemprov

MAKASSAR, BKM — Mutasi pejabat lingkup Pemprov Sulsel terus bergulir. Pada Senin (29/4), giliran eselon III dan IV yang digeser.
Jumlahnya tidak sedikit. Sebanyak 193 orang. Terdiri dari 109 eselon III, dan 84 pejabat eselon IV. Mereka dilantik oleh Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Terbanyak adalah pejabat eselon III dan IV lingkup Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Di dua organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut, hampir semua posisi strategis diganti. Yang menempatinya adalah sebagian pejabat dari daerah kabupaten/kota di Sulsel.
Sekretaris Bapenda Kemal Redhindo Syahrul misalnya, digeser menjadi sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel. Tercatat, ada beberapa jabatan di dua instansi itu diisi oleh pejabat dari Kabupaten Bone dan Bantaeng.
Dindo, sapaan akrab Kemal Redindo misalnya digantikan oleh pejabat dari Bone bernama Andi Winarno Eka Putra. Demikian juga dengan jabatan sekretaris BKD Sulsel yang sebelumnya ditempati oleh Lubis, digantikan pejabat dari Bantaeng.
Sementara sekretaris Bappeda yang sebelumnya dijabat Irawan Bintang, digantikan oleh Saleh. Ia dikenal sebagai orang dekat wagub.
Orang dekat sumber kekuasaan juga menjadi sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah, yakni Junaidi. Dia menggantikan Sangkawana yang digeser menjadi sekretaris Dinas Sosial.
Proses pelantikan kemarin tanpa disaksikan oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Ia tengah menunaikan ibadah umrah.
Salah seorang pejabat yang sebelumnya cukup dikenal di Kabupaten Sidrap di era Rusdi Masse, juga dilantik menjadi pejabat eselon III lingkup Pemprov Sulsel. Pejabat tersebut adalah Sultan Rakib. Dia menjabat Kepala Bidang Kepemimpinan di BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia).
Informasi yang beredar menyebutkan, dari 193 pejabat yang dilantik kemarin, hanya 97 SK yang ditandatangani oleh gubernur. Artinya, SK pelantikan selebihnya ditandatangani oleh wagub.
Sejumlah pejabat yang dilantik juga mengaku tidak tahu sama sekali jika akan dilantik karena tidak ada pemberitahuan. Malah ada yang tidak sempat menghadiri pelantikan.
Pahlevi yang menjadi sebagai kepala Badan Penghubung yang berkantor di Jakarta misalnya. Dia tidak hadir karena tak ada pemberitahuan sebelumnya. Pahlevi dilantik sebagai sekretaris Dinas Perhubungan.
Sementara orang kepercayaan gubernur yang pindah menjadi ASN Pemprov Sulsel Idham Kadir, dilantik menjadi Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum dan Perlengkapan. Idham disebut-sebut dipersiapkan menjabat sebagai kepala Biro Umum menggantikan Muh Hatta.
Kemal Redindo kepada wartawan usai pelantikan, mengaku baru mengetahui kalau dirinya masuk dalam gerbong mutasi siang hari jelang pelantikan. Dia menekankan, sebagai seorang ASN, di manapun ditugaskan pimpinan, harus mematuhi dan melaksanakannya.
“Jadi saya baru tahu kalau akan dimutasi siangnya. Di manapun saya ditugaskan pimpinan, kita harus mengabdi sebagai ASN,” tegasnya.
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, proses mutasi akan dilakukan secara bertahap sambil melihat potensi ASN yang ada. Dirinya bersama gubernur akan terus melakukan review. Parameternya melalui para staf khusus, tim ahli gubernur, dan BKD.
Dia memberi ancaman kepada seluruh pejabatnya, siapa yang tidak merespon persoalan yang ada, cepat akan diganti.
“Saya minta secara pribadi, kita mau ke depan diperbaiki. Jabatan itu amanah. Integritas dan kejujuran sangat penting. Karakter yang tidak berubah karena jabatan dan uang. Tunjukkan kemampuan kalian,” tegas Andi Sudirman. (rhm/rus)



×


Pejabat Daerah Isi Posisi Strategis di Pemprov

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar