MAKASSAR, BKM–Tak lama lagi Pemerintah Kota Makassar akan mewujudkan keberadaan Petepete Smart sebagai alat transportasi masyarakat yang lebih lengkap.
Pasalnya, Petepete Smart yang dirancang memiliki wifi, AC, LCD-GPS (peta) dan toilet tersebut telah disetujui Kementerian Perhubungan. Memang diakui Pemkot Makassar sudah lama menunggu persetujuan dari kementerian sebelum mengadakan angkutan transportasi modern tersebut.
Program Pete-pete Smart yang diperkenalkan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, pada awal 2016 lalu sempat terhenti. Karena saat itu Pemerintah kota Makassar masih menunggu Surat Kelayakan Rancang Bangun (SKRB) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.
Namun, kabar gembira datang saat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Sigit Irfansyah beserta rombongan mengunjungi kediaman Wali Kota Makassar melakukan audiensi, Selasa (30/4).
Pada pertemuan tersebut, Sigit membicarakan soal desain Smart Pete-Pete. Dimana konsep dasarnya mengadopsi konsep awal dari Danny, sapaan Wali Kota Makassar.
“Jadi kami sisa chassisnya saja kita perbaiki, dan Insya Allah SKRB-nya dalam waktu dekat ini segera keluar. Untuk mereknya ada dua opsi tapi kami belum tentukan,” ucap Sigit.
Sementara, Danny sendiri bersyukur atas adanya lampu hijau dari kementrian perhubungan untuk menyetujui program Smart Pete-Pete yang nantinya akan memudahkan masyarakat di Kota Makassar.
“Alhamdulillah, mungkin ini menjadi salah satu kado terbaik di akhir jabatan saya. Setelah beberapa tahun tertunda dan akhirnya sudah bisa dilanjutkan lagi,” ungkap Danny.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iqbal Asnan. Katanya, meskipun tahun ini tidak ada anggaran untuk Smart Pete-Pete, namun akhirnya Petepete Smart tahun ini disetujui.
“Disetujui dalam waktu dekat ini sebelum masa jabatan pak Wali berakhir, Insya Allah sudah kejar SKRB-nya. Kita tahun ini tidak ada anggaran buat Smart Pete-Pete, tapi standardisasi sudah kita penuhi dan akhirnya kita mendapat izin dan persetujuan langsung dari kementerian,” jelasnya.
Iqbal menambahkan, semua pihak berharap kelancaran pada program tersebut. Dimana Petepete Smart dilengkapi Wi-Fi, televisi, dan penyejuk udara, dengan kapasitas 12 penumpang duduk, 4 berdiri, dan 1 untuk kursi roda.
Sekadar diakui, proyek tersebut sempat tak diminati para kontraktor. Dari 13 kontraktor yang ikut dalam proses lelang, tak satu pun memasukkan dokumen penawaran. Sehingga Pemkot Makassar proyek ini ditunda lagi.
Dari catatan bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Makassar, ini kali keempat Pemkot Makassar melelang proyek Petepete Smart.Proyek ini pertama kali dilelang pada 2016 dan terakhir pada Juni 2017 lalu.
Untuk pengadaan armada angkutan umum rintisan Wali Kota Makassar Danny Pomanto ini digelontorkan dana sebesar Rp3 miliar untuk 10 unit mobil.
Pengadaan rencana diadakan oleh pihak ketiga karena anggarannya diatas dari Rp200 juta.
Pihak ketiga sendiri, ditugaskan untuk mengurusi uji kelayakan armada ini pasalnya prototype Pete-Pete Smart ini di rakit dengan model minibus khusus.(nug/b)

