ZIARAH kubur jelang memasuki Bulan Suci Ramadan mentradisi di masyarakat khususnya Kota Makassar. Tempat Pemakaman Umum (TPU) sudah mulai ramai aktifitas kunjungan masyarakat ke makam sanak keluarganya. Seperti halnya di TMP Panaikang berlokasi di Jalan Urip Sumohardjo, kemarin.
Laporan: ARIF QADRY
Sejak pekan lalu, masyarakat kota dan daerah mulai ramai berkunjung ke Perkuburan Panaikang mulai pukul 06:00 wita hingga pukul 17:30 wita. Para peziarah hadir dengan membawa bunga, air, membersihkan daun kering di kubur hingga mengirimkan doa. Aktifitas ziarah kubur seperti ini diperkirakan akan ramai hingga kemarin sehari sebelum masuknya bulan puasa.
Seperti halnya, tradisi ziarah kubur sebelum masuk Bulan Ramadan juga dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Farouk M Beta. Pria yang karib disapa Aru hadir bersama istri dan keluarganya untuk mengirimkan doa kepada mendiang ibundanya. Mereka hadir kompak menggunakan seragam berwarna putih.
Sebenarnya kata Aru, ziarah kubur seperti ini tak hanya dilakukan di waktu menjelang masuk bulan suci ramadan saja. Tapi kerap dilakukan saat ada waktu lowong dengan keluarganya. Ziarah kubur dilakukan untuk mengirimkan doa ke mendiang ibundanya, Hj Asniah serta saudaranya.
“Ziarah kubur menjelang masuk bulan puasa sudah jadi agenda rutin. Datang membersihkan kubur, tabur bunga dan mengirimkan doa. Tapi sebenarnya ini bukan hanya waktu masuk bulan puasa saja, kalau ada waktu datang lagi,” kata Aru yang ditemui di Perkuburan Panaikang.
Di lokasi TMP Panaikang, terdapat banyak penjual bunga, air dan pembaca doa. Peziarah tidak perlu bingung atau bersusah lagi mencari bunga untuk ditaburkan di kubur. Pedagang bunga terlihat ramai menyambut datangnya peziarah. Harga bunga di jual sebesar Rp10 ribu sudah termasuk air satu liter. Satu kantong plastik berukuran kecil sudah tercampur beberapa jenis bunga ada Asoka, Mawar dan Kamboja. Sementara jasa pembaca doa juga sama Rp 10 ribu.(*)

