pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jangan Sampai Telat Hingga Menjaga Kesegaran Buah

KESIBUKAN berburu takjil di Jalan Andi Mappanyukki, sejak hari pertama ramadan menjadi berkah bagi keluarga Ruswandi suami dari ibu Mega.
Ia yang berjualan bersama istrinya mengaku momen ramadan menolongnya menutupi penghasilan yang serba kurang.

Laporan: JUNI SEWANG

Di luar ramadan, ia bersama istrinya sehari-hari berdagang di kantin salah satu sekolah di Makassar. Selama bulan puasa, ia libur berjualan di sana.
“Biasanya saya jual di kantin sekolah, bahan dikirim langsung. Tinggal telepon butuh berapa nanti diantar, kalau sekarang kita cari sendiri,” ucap Mega yang membantu berjualan bermacam takjil kepada penulis.
Selama ramadan, ia mengaku mesti bergerilya setiap malam berburu bahan makanan ke pasar-pasar.
“Ini kan bahannya harus fresh semua, jadi beda lagi di banding dagang di sekolah. Tidak bisa mengandalkan kiriman, mesti cari sendiri. Seperti salad buah, coba, sudah kita keluarin dari cooler box kalau buat besok disimpan terus sudah tidak segar. Kue yang pake kelapa, kelapanya harus baru, daunnya juga harus baru,” imbuhnya.
Maya menjelaskan, tak ada waktu buat berleha-leha selama sebulan ini. Jika kelewat santai, bisa-bisa menu takjil baru siap selepas tengah hari. Guna mengantisipasi kejadian tersebut, memperkirakan akan kehilangan separuh potensi penghasilan kali ini lantaran kesiangan berdagang.
Suasana di sekitar Jalan Andi Mappanyukki dari siang hingga jelang berbuka, para pembeli menyerbu lapak pedagang takjil yang berada di tenda tenda, menyebabkan sedikit hambatan pada arus lalu lintas di sekitarnya.
“Yang perlu diantisipasi perihal telat,” kata Mayayang juga menjajakan berbagai minuman dingin lainnya selain aneka gorengan.
Boleh dibilang Ruswandi dan Mega beruntung dalam beberapa hari ini, usai berjualan, mereka merapikan dagangan dan memasukannya ke bagasi mobil, meninggalkan lokasi setelah malam baru pulang.
Di lokasi Jalan Andi Mappanyukki memang dikenal sebagai salah satu tempat berburu takjil paling populer di Kota Makassar, selama bulan ramadan, hampir sepanjang jalan Andi Mappanyukki, para penjual takjil ini nyaris tak pernah sepi pembeli.
Tidak heran, rupiah demi rupiah yang bisa diraup para pedagang pun bisa berlipat ganda dibandingkan berjualan pada hari-hari biasa. Dengan kondisi seperti ini tentu lebih menggiurkan mereka, sehingga tidak sedikit yang rela memeras keringat demi memaksimalkan potensi menjual takjil tersebut.
Di meja memang berderet beberapa jenis jajanan sampai lauk yang tak henti memancing para pembeli. Menu makanan ayam goreng, dan ikan goreng, diluar dari takjil seperti gorengan dengan berbagai macam, ada bakwan, jalangkote, panada dan kue tradisional lainnya yang cepat habis sore itu.
“Habis ini pulang langsung mencuci, habis itu belanja langsung ke pasar, terus masak lagi. Tidak mungkin kalau tidak langsung masak- masak, setiap hari sisanya cuma begini selama bulan puasa,” kata Ibu Mega.
“Masak ada yang dari malam, ada yang pagi tergantung masak apa. Tapi kebanyakan saya mulai menyiapkan jam 5 pagi habis salat subuh,” jelasnya. (*)



×


Jangan Sampai Telat Hingga Menjaga Kesegaran Buah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar