MAKASSAR, BKM — Teka teki terkait siapa yang akan menjabat sebagai sekretaris provinsi (sekprov) Sulsel terjawab sudah. Presiden RI Joko Widodo akhirnya mengeluarkan Surat Keputusan (SK)
No.40/TPA Tahun 2019 terkait pengangkatan pejabat pimpinan tinggi madya lingkup Pemprov Sulsel.
Dalam SK tersebut, nama Dr Abdul Hayat,MSi seorang pejabat pembina utama madya golongan IV/d yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penanganan Fakir Miskin pada Kementerian Sosial, ditetapkan sebagai sekprov definitif. SK itu diteken pada 20 Mei 2019.
Terpilihnya Hayat sudah diprediksi berbagai kalangan sebelumnya. Lelaki yang punya kekerabatan cukup dekat dengan Gubernur HM Nurdin Abdullah itu saat pelaksanaan lelang jabatan sekprov meraih skoring tertinggi kedua setelah Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman.
Dimintai komentar dirinya terpilih sebagai Sekprov Sulsel, Hayat melalui WA dengan singkat menyampaikan terima kasih. Namun, dia mengaku sejauh ini belum mendapat informasi resmi terkait hal tersebut.
“Saya baru dapat informasi dari grup WA. Namun ada juga yang menelepon langsung,” katanya, Selasa (21/5).
Dia mengaku sudah banyak ucapan selamat di grup medsosnya.
“Namun kita tunggu saja resminya,” ujar Hayat.
Dihubungi terpisah, Jufri Rahman mengaku tidak ada persoalan dirinya gagal menjadi sekprov Sulsel. Walaupun saat proses lelang jabatan dirinya meraih skoring tertinggi.
“Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik untuk Sulsel. Kita dukung,” kata Jufri.
Baginya, Hayat merupakan sejawat yang cukup dikenalnya. “Dulu itu, istrinya sekantor dengan saya di Badan Diklat. Saya dengan istrinya seperti saudara,” katanya.
Dia merasa bersyukur, karena kepastian siapa sebenarnya yang terpilih sebagai sekprov Sulsel akhirnya terjawab setelah sekian lama menjadi tanda tanya.
“Takdir itu sudah ada yang atur. Masih banyak pengabdian yang bisa dilakukan di tempat lain. Dengan posisi seperti ini saat ini, saya sudah merasa sangat bersyukur. Sudah lebih dari cukup. Allah Maha Mengetahui. Sudah mengatur semua yang terbaik,” ungkapnya.
Agenda pelantikan Hayat pun mulai dipersiapkan. Sesuai janjinya, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengatakan, begitu SK dari presiden sudah diserahkan ke provinsi, dia akan segera melakukan pelantikan.
“Tidak perlu tunggu lama-lama. Begitu SK sudah di tangan, kita segera lantik,” ujarnya.
Nurdin Abdullah sudah menginstruksikan pelantikan Abd Hayat pada hari Kamis (23/5) besok.
Namun, dihubungi terpisah, Pj Sekretaris Provinsi Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengaku belum ada instruksi khusus dari gubernur untuk mempersiapkan pelantikan.
“Sejauh ini belum ada perintah. Tapi kalau sudah diperintahkan, kami langsung mempersiapkan,” katanya via telepon.
Dimintai tanggapan soal sekprov terpilih, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengaku belum mendapat informasi resmi.
“Tapi berita soal Pak Hayat jadi sekprov sudah beredar. Saya cuma dengar-dengar saja,” kata Andi Sudirman.
Dia mengatakan siapapun yang terpilih sebagai sekprov, yang penting mau bekerja profesional.
Suara Legislator
Dihubungi terpisah, anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga memberi penilaian tersendiri atas penunjukan Hayat selaku sekprov. Menurutnya, semua orang akan berpandangan sama, bahwa terlalu repot membuat uji kelayakan dan kepatutan kalau akhirnya bukan yang tertinggi nilainya yang ditunjuk.
“Saya tidak melihat sisi azas manfaat dilakukan test dalam menentukan sekprov. Justru dengan cara seperti ini telah mempertontonkan ke publik bahwa penentuan sekprov bukan melihat tingkat kemampuan, tapi akibat tekanan. Tekanan dari mana, kitami semua yang cari jawabannya,” ujar ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel ini. (rhm-rif/rus)

