MAKASSAR, BKM–Dibukanya pendaftaran kembali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di berbagai SMPN ternyata membuahkan hasil. Beberapa sekolah yang tadinya masih kekurangan kouta calon siswa, kini telah tercukupi.
Contohnya saja SMPN 53 Makassar. SMPN hasil regrouping yang semula adalah SDN Samiun ini kini telah melebihi kouta pemdaftar. Padahal hingga usai PPDB lalu, calon siswa yang mendaftar di sekolah ini masih jauh dari kouta yang ditetapkan.
Kepala Sekolah SMPN 53 Makassar, Kusnadi Idris membenarkan bahwa hingga selesai PPDB 30 Juni lalu, calon siswa yang mendaftar di sekolahnya hanya 34 orang untuk empat kelas. Jumlah ini jauh di bawah kouta yang ditetapkannya sebanyak 144 siswa yang mau diterima.
“Siswa yang mendaftar melalui jalur non zonasi ada 12 orang. Prestasi 10 orang, dan Perpindahan 2 orang. Yang jalur zonasi hanya 22 orang. Semuanya tidak cukup kouta,” kata Kusnadi.
Namun setalah dibuka kembali pendaftaran sejak Selasa (2/7), hingga hari kedua kemarin, jumlah calon siswa yang mendaftar telah mencapai 151 orang. Artinya telah melebihi kouta yang ditetapkan.
Walaupun begitu, jumlah kouta untuk calon siswa melalui jalur non zonasi tetap tak mencukup 10 persen dari kouta 144. Sementara untuk pendaftaran kembali siswa kali ini, hanya pendaftaran melalui jalur zonasi.
Dikatakan Kusnadi, kendalanya sekarang adalah komitmen para calon siswa untuk bersekolah di SMP baru ini. Bahkan dari semua pemdaftar, tidak semua mutlak akan mendaftar ulang. Hal itu dianggapnya bisa mengganggu para pendaftar lain yang seharusnya bisa masuk. Olehnya, pihak SMPN 53 dikatakan Kusnadi akan segera menghubungi para orang tua calon siswa satu persatu.
“Tidak mutlak jumlah itu akan masuk di sini. Contohnya ada yang sudah kami telpon, ternyata mendaftar lagi di SMP Nasional. Itu kan jadi menghalangi yang lain. Jadi harus saya telpon satu-satu lagi,” ucap Kusnadi.
Sementara dikatakan Kusnadi, ada beberapa alasan mengapa sangat sedikit yang mendaftar masuk di SMP ini. Pemikiran orang tua siswa yang masih menganggap adanya sekolah unggulan serta belum dikenalnya SMP baru ini menjadi faktor utama.
“Kendalanya karena banyak orang tua yang mau anaknya di sekolah unggulan. Kedua juga sekolah kita belum dikenal karena baru. Terus orang juga kadang tidak menyangka, ternyata ada SMO di Jalan Samiun ini, dimana dulunya adalah SD,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendudikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan, pendaftaran siswa baru di SMP kembali dibuka bagi sekolah yang belum mencukupi kouta siswa. Untuk tahap pertama, telah dibuka pendaftaran di SMP baru hasil regrouping mulai Selasa (2/7).
Total sebanyak enam SMPN baru masih kekurangan kouta calon siswa. yaitu SMPN 49, SMPN 50, SMPN 51, SMPN 53, SMPN 54, dan SMPN 55.
Sementara pendaftaran siswa untuk beberapa SMPN yang lama akan dibuka kembali setelah proses pendaftaran ulang PPDB usai, pada Kamis (4/7). Adapun SMPN lama yang akan melakukan pendaftaran siswa kembali adalah SMPN 11, SMPN 15, SMPN 16, SMPN 21, SMPN 26, SMPN 31, SMPN 32, SMPN 34, SMPN 35, SMPN 36, SMPN 40, SMPN 45.(nug/war/b)

