MAKASSAR, BKM — Tim seleksi (timsel) sudah merampungkan seluruh tahapan seleksi pada proses lelang jabatan di Pemprov Sulsel. Dua posisi yang dilelang adalah Asisten I dan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Tiga nama dengan skoring tertinggi untuk setiap jabatan sudah diserahkan ke Gubernur Sulsel. Untuk posisi Asisten I, tiga nama yang lolos adalah Abustan, Andi Aslam Patonangi, dan Baso Mannyurungi.
Sementara untuk posisi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, nama-nama yang lolos adalah Andi Laksmiwaty, Nirwan, dan Rudy Djamaluddin.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan gubernur mengatakan, nama-nama yang lolos seleksi tiga besar tersebut sudah diterima dan sudah dibawa ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
“Hasilnya sudah kita kirim. Tinggal tunggu surat keputusan untuk diminta gubernur menetapkan,” kata Nurdin.
Dia menambahkan, dari nama-nama yang diusul tidak mutlak jika peraih skoring tertinggi yang dipilih untuk posisi jabatan yang dilelang. Ada beberapa poin lagi yang juga menjadi pertimbangan.
“Dari semua sisi harus dilihat. Bagaimana integritas, kapabilitas, dan moralitasnya,” tegas Nurdin.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan, dirinya sengaja melakukan lelang terbuka, agar bisa diperoleh orang-orang yang punya kapasitas, kapabiloliras, dan integritas yang baik.
“Karena bagi saya, menempatkan orang yang kapabel bisa meringkankan kerja saya,” ungkapnya
Dari nama-nama yang diusulkan, beredar informasi jika sebenarnya, gubernur sudah punya calon kuat untuk dijadikan pejabat eselon II pada jabatan yang dilelang itu. Untuk posisi Asisten I, nama Andi Aslam Patonangi, mantan Bupati Pinrang disebut-sebut akan menduduki jabatan Asisten I.
Sementara nama Rudy Jamaluddin yang merupakan guru besar Fakultas Teknik Unhas untuk posisi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Karenanya, banyak yang menganggap jika proses lelang jabatan yang dilakukan hanya sebatas formalitas belaka..
Namun Nurdin menampik rumor tersebut. Dia menegaskan pihaknya tidak melakukan intervensi sama sekali terhadap proses lelang.
“Kalau saya, kita harus fair. Kenapa assesmen dilakukan, supaya kita menemukan orang yang bagus. Tidak ada formalitas apalagi karena persoalan like maupun dislike,” ungkapnya.
Dia berharap rekomendasi dari pusat secepatnya bisa turun sehingga pejabat yang terpilih bisa dilantik secepatnya. (rhm)
Tiga Besar Lelang Jabatan Pemprov sudah di KASN
×

