MAKASSAR, BKM–Kemarin, Selasa (30/7) ada yang terlihat berbeda di sepanjang Jalan Kesempatan, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo. Deretan jerigen berjejer di sepanjang jalan termasuk ember, baskom dan galon itu.
Tempat air tersebut dibawa oleh warga Kelurahan Pannampu untuk mendapatkan air bersih yang disuplai mobil tangki PDAM.
Mereka antre untuk mendapatkan air bersih. Lebih dari sebulan terakhir, ribuan warga yang bermukim di Kelurahan Pannampu kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.
Salah seorang warga, Jalan Kesempatan, RW 06, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Agus, mengaku selama sebulan rutin minta air sumur bor di rumah warga. Hal itu dilakukan lantaran aliran air PDAM yang mengaliri rumahnya selama ini tidak lagi berfungsi.
“Adami satu bulan lebih ini PDAM susah, jadi antri begini untuk air bersih. Mauki pake air sumur ada juga yang bau, baru warnanya keruh,” ujar Agus.
Akibat kesulitan air bersih, warga harus menyisihkan sedikitnya Rp20 ribu setiap hari guna membeli air dari penjual air.
Masalah air bersih juga dikeluhkan warga di Jalan Biring Romang Blok 01, Perumnas Antang, RT 01-RW 07, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala. Yang menjadi keluhan warga bukan krisis air bersih, tapi tumpahan air dari pipa hingga membanjiri jalan di sana.
Haji Ros, Ketua RT 07 Jalan Biring Romang Blok 01 pada wartawan mengaku begitu kecewa atas pelayanan PDAM Kota Makassar. Di mana sudah sebulan sejak ia bersama warganya melaporkan masalah ke PDAM Kota Makassar, namun belum juga mendapat tindak lanjut dan perbaikan.
“Kami ini peduli terhadap air bersih sehingga kami lapor ke PDAM Makassar supaya bisa diselesaikan masalah ini dengan cepat agar air bersih tidak tumpah percuma dan bisa lebih bermanfaat. Tapi sudah satu bulan pasca kami laporkan belum juga ada perbaikan dari PDAM. Ini kami kecewa atas pelayanan tidak baik,” sebut Ros.
Menurut Ros, ada banyak dampak yang ditimbulkan atas kebocoran pipa di wilayahnya. Selain membanjiri jalanan di sana, juga dikhawatirkan bisa meningkatkan rekening pembayaran air yang tumpah percuma khususnya warga yang jaringan pipanya satu jaringan.
“Kami risih kalau seperti ini apalagi perbaikan pipa itu kan tidak boleh dilakukan teknisi lain. Yang bisa perbaiki memang khusus teknisi dari PDAM. Karena pipa yang bocor itu pipa PDAM dekat dari rumah warga kami,” terangnya.
Sementara itu, Humas PDAM Kota Makassar Muh Idris menegaskan segera melaporkan ke petugas teknik tuk segera ditindak lanjuti. Dengan singkat Idris mengaku baru mengetahui adanya masalah tumpahan air bersih terjadi di wilayah Jalan Biring Romang.
“Saya baru dapat informasinya hari ini (dari konfirmasi wartawan). Nanti akan disampaikan petugas teknisi agar segera di tindaklanjuti,” singkatnya.
Soal krisis air, Idris Tahir mengaku jika saat ini air baku yang disuplai dari Bendungan Lekopancing sangat terbatas. Suplai air menurun drastis hingga hanya 418 liter perdetik.
Padahal dikatakan Idris, pada saat normal dimusim hujan, suplay air bisa mencapai 1.500 liter perdetik.
“Debit air ke kota jika normalnya 580 liter perdetik, saat ini hanya tinggal 58,7 liter perdetik saja. Debit seperti itu sudah tentu tidak akan bisa menjangkau seluruh warga di Makassar,” jelas Idris.
Mengantisipasi akan kelangkaan saat ini, Idris mengatakan pihaknya telah menyiapkan 11 Armada Bantuan mobil tangki dengan air gratis ke para pelanggan yang membutuhkan.
“Mobil tangki ini beroperasi dari pagi sampai malam mengantar air ke warga. Memang permintaan sangat banyak jadi didahulukan yang mendaftar lebih awal di Kantor Wilayah terdekat dengan membawa bukti rekening airnya,” jelas Idris.
Sementata volume air di Bendungan Lekopancing memang telah mengalami penurunan sekitar tiga meter. Apalagi jarak Bendungan dari Instalasi sekitar 28 kilometer, yang menyebabkan tekanan air sangat lambat sampai ke IPA. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor tidak stabilnya distribusi air.
Ditambahkan Idris, pihaknya saat ini juga telah menurunkan Pompa Suplesi di sungai sekitat Moncongloe, Maros. Adapun pompa yang terpasang ini ada tiga buah. Satu pompa dengan kapasitas 600 liter perdetik dan dua pompa dengan kapasitas 300 liter perdetik.
“Sementara dalam tahap pemasangan rangkaian pompa dan pipanya. Kita upayakan secepatnya sudah bisa beroperasi,” ungkapnya.
Jika pompa ini sudah beroperasi, maka akan ada tambahan air baku dengan debit yang cukup besar. Antara 600-900 liter perderik.
Kondisi ini dianggap bisa meningkatkan produksi dan distribusi air ke pelanggan yang setiap harinya makin menurun. (jun-arf-nug/war/c)
Krisis, Warga Sisihkan Rp20 Ribu Perhari Beli Air
×

