pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov harus Fokus dan Kawal RSR

MAKASSAR, BKM — Program Rumah Sakit Regional (RSR) Pemprov Sulsel mendapat apresiasi banyak pihak. Salah satunya dari mantan Rektor sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr dr Andi Idrus Paturusi, SP.Bo.
Menurut Prof Idrus, program RSR yang dicanangkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman merupakan ide cemerlang. Ia pun memberikan saran, agar program tersebut terealisasi dengan maksimal.
“Idenya bagus, tetapi banyak hal yang harus diperhatikan,” ujarnya.
Beberapa poin jadi masukan Prof Idrus.
Di antaranya, dibutuhkan penelitian dengan seksama terkait lokasi pendirian rumah sakit. Mulai dari jumlah atau populasi penduduk, sudah berapa banyak fasilitas rumah sakit yang sudah tersedia, hingga menganalisa pola penyakit yang kerap menjangkiti masyarakat.
Selain itu, lanjut dokter ahli bedah tulang itu, juga perlu diperhatikan bagaimana volume kunjungan pasien baik dari luar maupun dalam daerah, pada fasilitas atau layanan kesehatan yang sudah ada. Bagaimana ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), baik itu dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.
Yang tidak kalah penting, kata Prof Idrus, adalah ketersediaan anggaran, untuk infrastruktur, alat kesehatan (alkes) hingga operasional rumah sakit.
“Ada perhitungan yang secara kasar bisa dilakukan. Yaitu berapa jumlah tempat tidur yang akan disediakan dan disesuaikan dengan tipe rumah sakit yang akan dibangun, dan banyak lagi aturan-aturan prinsip yang harus diikuti,” jelasnya.
Saat ini saja, lanjut Prof Idrus, ada sekitar 600 rumah sakit yang didown grading. Termasuk Rumah Sakit Unhas yang sudah menghabiskan dana cukup banyak.
Prof Idrus membeberkan sebuah contoh, ada komentar dari seorang pejabat daerah yang mengatakan akan dibangun rumah sakit bertaraf internasional dengan fasilitas 40 kamar operasi. Hal semacam ini perlu diluruskan.
Menurutnya, RS Wahidin saja, yang jumlah operasi per hari sekitar 50 kasus, hanya mempunyai 18 kamar operasi. Lalu RS Unhas hanya mempunyai enam kamar operasi. Belum lagi tenaga dokter spesialis yang masih terbatas.
Yang tak boleh ketinggalan, lanjutnya, adalah alat kesehatan. Faktor ini sangat penting karena rumah sakit yang tidak dilengkapi alat yang memadai, dikhawatirkan hanya akan manjadi Puskesmas besar. “Intinya, kalau ingin mewujudkan program tersebut agar berjalan maksimal sesuai harapan, Pemprov Sulsel harus fokus,” pintanya.
Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB berharap, program strategis Pemprov Sulsel ini bisa dikawal dengan baik.
“Kita harap program ini bisa dilaksanakan dengan baik. Kualitas bangunan dikerjakan dengan baik,” harap Irfan.
Menurut Irfan, kehadiran RS yang pembangunannya tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulsel sebagai bagian memperluas layanan kesehatan di daerah. Jika itu terwujud, pasien dari daerah tak perlu repot ke Makassar. “Dengan hadirnya rumah sakit regional ini kan juga supaya bisa memperkecil angka kematian lewat penyediaan akses rumah sakit yang dekat,” lanjutnya.
Meski begitu, Irfan menekankan, dalam pembangunan RS regional tersebut, tidak hanya memperhatikan kualitas fisik bangunan semata. Hal penting lainnya, penyediaan tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat kompeten. Termasuk alat kesehatan yang mumpuni. (rhm)



×


Pemprov harus Fokus dan Kawal RSR

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar