MAKASSAR, BKM — Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemprov Sulsel bakal mengelola perparkiran di area-area strategis yang menjadi asetnya. Pengelolaan parkir tersebut nantinya akan ditangani secara profesional untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keinginan dari perusda tersebut, bisa saja mengurangi pendapatan dari PD Parkir Makassar Raya.
Pelaksana Tugas Dirut Perusda Sulsel, Taufik Fachruddin menjelaskan, nantinya Perusda akan membentuk perusahaan khusus untuk pengelolaan parkir.
“Jadi kami akan membantu optimalisasi aset-aset milik Pemprov Sulsel. Salah satunya, dengan mengelola perparkirannya,” ungkap Taufik.
Beberapa area sudah dibidik Perusda untuk dikelola kawasan parkirnya. Seperti RSUD Labuang Baji, RSUD Haji, RSKD Dadi, RSB Pertiwi, kawasan Stadion Andi Mattalatta, kawasan Stadion Barombong, GOR Sudiang, CCC, dan beberapa daerah yang berpotensi untuk dikelola.
Taufik menjelaskan, bukan hanya menarik retribusi parkir, pihaknya nanti akan memberi jaminan keamanan terhadap kendaraan-kendaraan yang diparkir dalam area penjagaan perusda. Secara khusus, seluruh kendaraan akan diasuransikan sehingga jika hilang, ada klaim yang bisa dilakukan pemilik.
Selain itu, tarif yang akan diberlakukan akan lebih bijaksana alias tidak terlalu membebani pemilik kendaraan.
“Dalam hal tarif kami akan lebih bijaksana. Selain itu, semua kendaraan akan mendapat asuransi langsung. Tidak hanya sekadar ambil untung.
Jadi, banyak hal yang akan kami lakukan
untuk pengelolaan dan penataan perparkiran,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani mengemukakan, cukup banyak aset milik Pemprov Sulsel yang belum dikelola secara maksimal untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dia memberi contoh, kawasan GOR Sudiang misalnya.
Abdul Hayat menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari GOR Sudiang memang sedikit mengalami penurunan, sehingga kedepannya perlu dioptimalkan kembali.
“Untuk optimalisasi perlu pemaparan. Kalau perlu, master plannya direview kembali, sehingga dapat berjalan sesuai apa yang diinginkan,” ujarnya.
Untuk tahun 2019 sampai seterusnya, lanjutnya, harus dicari solusi yang paling maksimal. Kalau perlu, dikelola dengan menghasilkan perencanaan-perencanaan yang baik, sehingga apa yang diinginkan ke depan dapat tercapai.
Terkait masalah parkir di GOR Sudiang, Abdul Hayat menjelaskan, sementara diproses dengan Perusahaan Daerah (Perusda). (rhm)

