pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tujuh Kader Golkar Bersaing

MAKASSAR, BKM — Anggota DPRD Sulsel periode 2010-2024 dijadwalkan pelantikannya pada 24 September mendatang. Kian dekatnya waktu itu, kini muncul pertanyaan. Siapa yang akan memimpin lembaga legislatif ini lima tahun mendatang?
Partai Golkar Sulsel tengah menyiapkan sejumlah kadernya untuk menjadi ketua. Dari 13 nama anggota DPRD Sulsel yang tepilih pada pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019 lalu, sedikitnya ada 7 nama yang berpotensi diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai bakal calon untuk menduduki kursi empuk tersebut.
Mereka adalah Fachruddin Rangga, Andi Ina Kartika, Sofyan Syam, Rahman Pina, Ince Langke IA, Andi Hatta Marakarma, serta Zulkifli Zain.
Dari tujuh kader partai berlambang pohon beringin rindang ini, tiga di antaranya merupakan petahana. Yakni Fachruddin Rangga, Andi Ina Kartika, dan Sofyan Syam.
Dua merupakan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II, yakni Fachruddin Rangga dari Golkar Takalar, serta Zulkifli Zain dari Golkar Sidrap. Ada pula dua orang merupakan mantan ketua DPD II, yaitu Ince Langke IA dari Golkar Selayar, serta Andi Hatta Marakarma dari Golkar Luwu.
Sementara Andi Ina Kartika merupakan pengurus harian DPD I Golkar Sulsel. Demikian pula Fachruddin Rangga.
Adapun Rahman Pina, pernah menjadi legislator Golkar Makassar dua periode. Dalam struktur partai, ia duduk sebagai bendahara DPD II Golkar Makassar mendampingi Farouk M Betta.
Berdasarkan petunjuk organisasi (PO) Golkar tahun 2013 lalu, sedikitnya ada lima syarat untuk menjadi pimpinan dewan. Syarat pertama yakni petahana. Kedua adalah pengurus harian DPD I atau ketua DPD II. Ketiga, pendidikan minimal S1. Untuk syarat keempat, meraih suara terbesar. Syarat kelima, memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).
Hanya saja, hingga kini Golkar Sulsel belum mengirim nama-nama bakal calon ke DPP. Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) HA Kadir Halid, mengaku belum ada nama yang dikirim ke DPP. “belum ada nama yang dikirim,” ujar Hadir Halid, Selasa (27/8).
Ketika didesak, kira-kira siapa saja nama kader yang akan diajukan ke DPP, ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel kembali berujar pendek. “Saya belum tahu,” kelitnya.
Hal sama dilontarkan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel bidang Media dan Publikasi Muhammad Risman Pasigai. Risman menegaskan, pihaknya belum menerima nama calon ketua dewan untuk diajukan ke DPP. “Belum ada nama yang akan diusulkan ke DPP,” jelas Risman Pasigai.
Risman yang juga juru bicara Golkar Sulsel ini menambahkan, dalam rapat pleno yang akan datang meminta kepada ketua DPD I untuk menjaring tujuh orang bakal calon.
Terkait syarat menjadi ketua dewan berdasarkan PO tahun 2013, Ketua DPD I Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH) menegaskan bila pedoman atau petunjuk dalam sebuah organisasi itu tidak kaku. Menurut NH, ada namanya diskresi. Bila ada calon yang tersandung syarat tertentu, bisa saja diloloskan karena pertimbangan tertentu pula. Demikian sebaliknya. “Jadi jangan lupa, DPP memiliki hak untuk mengeluarkan diskresi,” ujar NH.

Pandangan Pengamat

Soal siapa yang layak menjadi ketua dewan setelah HM Roem tidak lagi maju sebagai caleg Golkar Sulsel, pengamat politik Dr Arief Wicaksono punya pandangan. “Yang saya ikuti perkembangannya, Golkar Sulsel sudah mengirimkan beberapa nama ke DPP. Misalnya Pak Fachruddin Rangga selaku plt ketua DPD II Golkar Takalar. Bu Ina Kartika selaku wakil bendahara DPD I Golkar Sulsel, dan Pak Rahman Pina selaku Wakil Bendahara DPD I Golkar Sulsel. Nama mereka diajukan untuk ditetapkan sebagai calon ketua DPRD Sulsel. Ketiganya saya lihat cukup layak untuk itu. Apalagi di internal Golkar kan sudah ada pedoman dan prasyaratnya,” ujar Arief, kemarin.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto, menilai dalam penentuan pimpinan DPRD sangat ditentukan kualitas kepemimpinan dan budaya organisasi di partai politik bersangkutan. Menurutnya, tiap partai bisa berbeda. Sebagai partai politik besar, Golkar tentu punya aturan main yang objektif. Tinggal dilihat apakah objektivitas itu masih menjadi basis pengambilan keputusan.
“Masalahnya, kalaupun ada aturan internal di partai, aturan itu juga bersifat ambivalen. Hampir semua partai memberi previlege (keistimewaan) pada ketuanya untuk mengambil keputusan strategis. Sehingga aturan dan prosedur penentuan pimpinan yang bersifat objektif, pada akhirnya dikalahkan oleh sikap subjektif pimpinan partai,” ujar Luhur, malam tadi.
Untuk itu, pola seperti ini memungkinkan masing-masing kader untuk mengambil langkah short-cut ke elit pimpinan pusat. “Di tingkat pimpinan pusat mereka bertarung secara terbuka. Faktor subjektif penentunya adalah seperti kedekatan personal, interest pribadi ataupun pragmatisme materi atau faktor transaksional,” pungkasnya.

Respons Legislator

Seperti apa respons legislator Golkar? Fachruddin Rangga yang dimintai tanggapannya soal namanya disebut memiliki peluang untuk diajukan sebagai bakal calon ketau dewan, menyatakan bersyukur. “Syukur, dan terima kasih informasinya,” ucap Fachruddin Rangg.
Hal sama disampaikan Andi Ina Kartika. Ketika dimintai tanggapannya soal namanya masuk dalam radar sebagai bakal calon ketua DPRD Sulsel, ia hanya berujar singkat. “Tunggu nah, Kak,” ucap Ina Kartika.
Demikian pula ketika Rahman Pina yang dimintai tanggapannya soal namanya juga ikut disebut. ”Amin,” imbuhnya. Ia kemudian meminta BKM untuk melakukan konfirmasi kepada ketua DPD I Golkar Sulsel.
Adapun Ince langke IA menegaskan bahwa semuanya bergantung partai. “Jadi saya menunggu kebijakan partai. Tentu partai punya pertimbangan-pertimbangan strategis yang lebih luas,” ujar Ince Langke. (rif)




×


Tujuh Kader Golkar Bersaing

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar