MAKASSAR, BKM–Beberapa pedagang di Kanre Rong ri Karebosi tampak mengeluhkan mahalnya parkir kendaraan di sana. Pasalnya, mahalnya tarif parkir ini berdampak langsung pada omzet mereka.
Salah satu pedagang, Yeyen, mengatakan, jika omzet yang diterimanya mengalami penurunan jika dibandingkan saat berjualan di pinggir jalan dulu. Ia mengatakan, bahkan hanya mendapatkan Rp100 ribu perhari.
Padahal sebelum dirinya direlokasi dari tempat jualan lamanya, pendapatannya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari.
“Sekarang di Kanrerong kalau 100 ribu per hari sudah bersyukur, kadang tidak dapat sama sekali,” ungkap pedagang campuran ini.
Ia menambahkan, salah satu penyebab omzetnya menurun akibat penerapan tarif parkir yang cukup mahal di Kanre Rong. Akibatnya, pelanggan yang datang ke Kamre Rong sedikit dan tak ada yang mau berlama-lama.
“Pelanggan mengeluhkan tarif parkir yang mahal di sini. Bayangkan saja kalau ada yang parkir sampai Rp15 ribu. Apalagi kan tarifnya perjam. Jadi malas orang mau kesini,” jelasnya.
Hal ini ternyata diamini oleh Kepala UPTD Kanre Rong, Muhammad Said. Ia mengakui jika parkir yang ada di Kanre Rong cukup mahal, sehingga tidak cukup menjangkau semua kalangan.
Said pun mengakui jika dirinya tak memiliki hak dalam mengatur perparkiran di sana. Pasalnya hal tersebut telah diatur di PD Parkir.
“Iya memang disini cukup mahal. Saya sering dapat keluhan dari para pedagang. Mungkin PD Parkir bisa meninjau tarif parkir yang ada di sini,” jelasnya.
Sementara Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Satriani Ulfiah Mungkasa, mengatakan, tidak benar jika menurunnya omzet pelanggan hanya karena tarif parkir. Satriani bahkan berdalih jika Kanre Rong sekarang sudah semakin ramai.
“Ndak begitu, salah, Kanre Rong sudah ramai kok. Pendapatan Kanre Rong sudah bagus, tidak ada masalah dengan tarif parkir,” ungkapnya.
Satriani juganegakui jika tarif parkir ini sudah diperwalikan. Jadi tidak perlu lagi baginya untuk mempermasalahkan tarif yang sudah ditetapkan.
Selain parkir di area Kanre Rong, Satriani menambahkan, jika para pengunjung juga bisa parkir di luar, dengan menggunakan Terminal Parkir Elektronik (TPE). Baginya, TPE ini juga sudah berjalan dengan baik di tiga ruas jalan, yang salah satunya di Jalan Kartini.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberi uang tunai ke juru parkir (jukir). Ia beralasan hal itu menghindari pungutan liar dan untuk menekan kebocoroan pendapatan daerah. Karena di TPE bisa digunakan uang elektronik.
“Jukir-jukirnya sudah kita arahkan jangan mengambil uang, harus melalui kartu parkir pelanggan,” katanya.
Terkait pengawasan PD Parkir sejauh ini, ia juga mengatakan sudah berjalan. Untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya telah bekerjasama dengan Polsek setempat untuk melakukan pengawasan kepada Jukir.(nug)
Pedagang Keluhkan Parkir di Kanre Rong
×

