pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

10.000 Warga Siap Dievakuasi

Wagub AAS: Wamena Mulai Kondusif, Perekonomian Masih Lumpuh

MAKASSAR, BKM — Kondisi di Wamena yang memanas dengan korban mulai berjatuhan, membuat Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (AAS) dan Sekretaris Provinsi Abd Hayat Gani bertolak ke Papua. Kedua pejabat Pemprov Sulsel itu didampingi tim khusus dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sulsel.
Rombongan bertolak ke Papua, Senin dini hari (30/9) sekitar pukul 02.30 Wita. Keberangkatan ASS ke daerah yang dilanda konflik tersebut untuk memastikan kondisi warga asal Sulsel di sana.
Sekaligus untuk berkoordinasi pemerintah setempat terkait penanganan warga, sekaligus menyiapkan bantuan makanan, pakaian dan kesehatan. Dia juga membawa bantuan sosial senilai Rp1 miliar untuk para pengungsi asal Sulsel.
Andi Sudirman bersama Abdul Hayat Gani tiba di Sentani, Kabupaten Jayapura pukul 07.38 WIT. Wagub dan sekprov diterima langsung Komandan Lanud Silas Papare TNI Angkatan Udara. Sekitar pukul 09.00 WIT, orang nomor dua Sulsel itu bertolak ke Wamena menggunakan pesawat Hercules.
Dari hasil pantauan dan koordinasinya, menurut Wagub yang dihubungi kemarin, sejauh ini pemerintah Papua telah melakukan berbagai macam pendekatan. Mulai dari menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama. Hingga melakukan pendekatan kultural dan agama untuk meredakan konflik.
“Pemerintah Papua telah dan terus melakukan berbagai macam pendekatan untuk meredam konflik yang terjadi di Wamena. Semoga saudara kita dari Sulawesi Selatan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wataala,” ungkap Andi Sudirman.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi di Wamena mulai kondusif. Anak-anak juga sudah mulai bersekolah.
“Wamena sudah mulai kondusif. Hanya kondisi perekonomian yang lumpuh total. Menurut informasi, hari ini (kemarin), anak sekolah sudah masuk sekolah. Masyarakat yang telah didaftar untuk dievakuasi sebanyak kurang lebih 10.000 orang,” sambungnya.
Proses evakuasi dari Wamena ke Jayapura pun terus berlangsung.
Evakuasi pertama tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menggunakan pesawat Hercules C-130. Membawa sebanyak 174 warga. Terdiri dari 124 orang dewasa, 37 anak, dan 13 balita.
Dari total tersebut, warga Sulsel bergabung dengan warga dari daerah lain. Wagub langsung menjemput kedatangan para pengungsi tersebut di bandara.
Di Jayapura, Andi Sudirman mengunjungi lokasi pengungsi asal Sulsel untuk melihat langsung situasi dan kondisi mereka. Kepada para pengungsi, dia menyampaikan ucapan belasungkawa atas jatuhnya korban asal Sulawesi Selatan. Dia juga berkordinasi langsung dengan Forkopimda untuk menjamin keamanan warga Sulsel di Papua.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada jaminan keamanan yang diberikan dari aparat TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi Papua,” ungkapnya.
Di hadapan pengungsi, Andi Sudirman mengatakan ada oknum yang menginginkan dan memprovokasi konflik yang terjadi.
“Kami ada di tempat ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Sulsel memperhatikan warganya di perantauan, khususnya Papua. Kita memberikan jaminan keamanan yang layak bagi warga Sulsel. Kondisi Wamena berangsur akan terus dilakukan evakuasi, dengan saling bantu membantu akan memudahkan kondisi yang kita alami,” tandasnya.
Sementara itu, uang senilai Rp1 miliar yang dibawa dari Makassar diserahkan ke pemerintah Jayawijaya. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Jayawijaya John Richard Banua di Wamena.
Bantuan ini merupakan komitmen Pemprov Sulsel untuk warganya yang berada di perantauan. Agar digunakan sebaik-baiknya dalam proses normalisasi Kabupaten Jayawijaya, khususnya di Wamena.
“Kami berharap, dengan adanya bantuan ini, dapat membantu masyarakat Sulawesi Selatan dan Pemerintah Jayawijaya,” tegasnya.
Iapun mengingatkan kepada seluruh masyarakat Sulsel agar tetap tenang. Karena evakuasi awal untuk anak-anak dan ibu atau orang tua. Sudah ada jaminan keamanan dari polres dan kodim sehingga warga di Wamena dapat bertahan.
Joh Richard Banua menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pemprov Sulsel telah membantu normalisasi Jayawijaya pascakerusuhan dan peduli terhadap kondisi di Wamena.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, atas kepedulian membantu masyarakat Jayawiya, khususnya di Wamena. Ini merupakan bentuk uluran kemanusiaan sebangsa dan setanah air,” jelasnya.
Saat ini jumlah pengungsi terus berubah. Karena selain ada pengungsi Wamena yang sudah terbang ke Jayapura, tetapi ada juga pengungsi yang masuk dari beberapa kabupaten di sekitar Jayawijaya.
“Di tempat kita sudah 3.200 pengungsi. Bertambah lagi. Keseluruhan sekitar 5.500 orang. Jadi jumlahnya tidak tetap, karena ada yang turun ke Jayapura dan ada yang datang ke Wamena. Pengungsi berdatangan ke Wamena dari Kabupaten Yalimo, Lanny Jaya, dan Tolikara,” katanya.
“Sebanyak 560 ruko, 119 rumah kontrakan, 3 unit kantor pemerintahan (kantor bupati, pertanahan, dan perhubungan) rusak dan terbakar. Sebanyak 31 orang meninggal, dan 59 orang mengalami luka-luka,” sambungnya.
Pemprov Sulsel juga memastikan anak-anak korban kerusuhan di Wamena bisa tetap melanjutkan pendidikan di Makassar tanpa surat pindah. Hal itu ditegaskan Sekprov Abdul Hayat yang menyertai kunjungan wagub.
“Pemprov menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak yang menjadi korban di Wamena. Tanpa surat pindah, bisa bersekolah di Makassar,” terang Abdul Hayat.
Dia melanjutkan, kejadian di Wamena menghasilkan trauma yang mendalam bagi anak-anak. Banyak dari mereka yang tidak mau lagi melanjutkan sekolah di Wamena.
Untuk itu, Abdul Hayat meminta kepada pihak-pihak pemicu kerusuhan untuk berhenti mengusik kedaulatan Papua sebagai bagian dari NKRI.
“Pemerintah dan masyarakat Sulsel mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang terjadi,” ujar Hayat setelah mengunjungi korban.
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi-Selatan (KKSS) Mansur, menyebut bahwa jumlah warga Sulsel yang meninggal sebanyak 24 orang. Namun, kondisi saat ini mulai berangsur-angsur membaik.
“Yang sudah terdeteksi jumlahnya meninggal 24 orang. Termasuk 10 orang yang jenazahnya sudah dibawa ke kampung halamannya di Sulsel,” jelas Mansur.
Sementara yang keluar mengungsi dari Wamena dan ada di Jayapura kurang lebih 1.300-an orang. Ia menguraikan, mereka ditampung di rumah-rumah warga, di asrama Lanud 751 Jayapura, Rindam Jayapura dan sebagian ada di keluarga masing-masing.
“Kondisi terakhir di Wamena sudah aman dan kondusif. Aktifitas masyarakat sudah mulai berjalan sejak hari ini (kemarin),” paparnya.
Mereka yang keluar dari Wamena, lanjutnya, kebanyakan kaum ibu dan anak-anak. Hal itu disebabkan karena trauma melihat kondisi rumahnya terbakar serta peristiwa yang terjadi. Namun, ada sebagian warga bertahan untuk menjaga rumahnya masing-masing.
Mansur menambahkan, bahwa Ketua BPD KKSS Jayawijaya di Wamena membuat posko dan dapur umum untuk melayani seluruh warga di penampungan, baik yang ada di kodim maupun Polres Jayawijaya. (rhm/rus)




×


10.000 Warga Siap Dievakuasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar