BUPATI Enrekang Muslimin Bando menyebut, pihaknya kembali menerima 20 warga yang pulang ke kampung halamannya pascakerusuhan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Sehingga total warga Enrekang yang pulang kampung berjumlah 30 orang. Di luar empat orang yang meninggal dunia.
Muslimin mengatakan, dirinya menerima 20 warganya itu pada Minggu malam (29/9). Mereka berasal dari satu dusun, yakni Dusun Paraja, Desa Tancung, Kecamatan Maiwa. “Tentu kita minta Dinas Sosial memberikan perhatian khusus,” ujarnya saat ditemui di kantor gubernur Sulsel, kemarin.
Dirinya akan terus memantau perkembangan situasi di Kota Wamena, sehingga warga Enrekang yang masih tinggal di sana dapat kembali beraktivitas.
Ia pun sampai saat ini belum mendapatkan data valid terkait jumlah warga Enrekang di Wamena. Rerata warga Enrekang yang tinggal di Wamena bekerja sebagai pedagang, karyawan pertamina, dan pekerja proyek.
Muslimin juga menjelaskan kronologis empat warga Enrekang yang menjadi korban tewas dalam kerusuhan di Wamena. Ia mengatakan, warga yang terkena musibah itu merupakan satu keluarga yang dihuni oleh tujuh orang. Empat Orang yang meninggal dunia itu terjebak di dalam kamar mandi saat rumah mereka terbakar. Sementara, tiga orang selamat dalam peristiwa nahas itu. Dua orang yang merupakan pasangan suami istri bersembunyi di kandang ayam. Dan seorang lainnya selamat karena sedang berada di sekolah. (rhm/rus)
Empat Meninggal, 30 Warga Enrekang Pulang
×

