MAKASSAR BKM — Kolam retensi banjir (Aquapond) yang dibangun JICA di depan Kantor Gubernur Sulsel telah selesai. Kolam dengan kapasitas 1200 meter kubik ini sudah bisa dioperasikan untuk menampung air luapan dari Jalan Urip Sumoharjo.
Proyek hasil hibah dari Pemerintah Jepang ini merupakan percontohan penanganan banjir di perkotaan. Dan rencananya juga akan dibangun oleh Pemerintah Kota Makassar.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, Aquapond yang dibangun Pemkot Makassar berlokasi di Lapangan Hertasning.
“Kapasitas yang mau dibangun sekitar 2000 meter kubik lebih besar dibandingkan yang di Kantor Gubernur. Tahun depan mulai dibangun,” kata Darmawan.
Pembangunan Aquapond ini untuk mengatasi genangan air di sekitar Jalan Hertasning, terutama saat musim hujan. Nantinya air dari jalanan akan dialirkan masuk ke kolam retensi, setelah hujan baru akan dibuang ke saluran air menggunakan pompa.
Khusus Aquapond yang ada di depan Kantor Gubernur Sulsel, Darmawan menyebutkan sudah bisa menampung air. Saat ini, pihak Yamau selaku kontraktor tinggal mengerjakan kelistrikan untuk pompa air.
“Sudah ada aliran listrik yang disiapkan oleh Biro umum, pompa ini butuh daya sekitar 6000 Kilovolt. Dalam satu jam, pompa ini bisa mengalirkan air dari Aquapond ke saluran air menuju kanal Pampang,” sebutnya.
Untuk pengoperasian, pihak Yamau akan menyiapkan satu orang pekerjaan. Pekerja ini akan dikontrak selama setahun untuk mengatur air masuk dan keluar di kolam Aquapond.
Hanya saja hingga saat ini, kolam yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp19 miliar ini belum diserahkan ke Pemprov Sulsel. Sebab masih menunggu proses penyerahan dari Pemerintah Jepang ke pemerintah pusat, setelah itu baru diserahkan dari pusat ke Pemprov Sulsel.
Dikonfirmasi secara terpisah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb membenarkan hal tersebut.
” Iya rencananya Pemkot Makassar akan membangun kolam retensi di Hertasning. Tepatnya di Lapangan Hertasning,” ungkap Iqbal.
Berbeda dengan Pemprov Sulsel yang menggunakan dana hibah JICA untuk pembangunannya, Pemkot Makassar akan menggunakan APBD 2020.
“Untuk teknisnya coba tanya Kadis PU Makassar. Namun yang pasti, anggarannya akan diusulkan melalui APBD 2020 mendatang,” tandas Iqbal. (rhm)

