MAKASSAR — Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah, meluncurkan program Partnership For Australia Indonesia Research (PAIR) untuk Sulsel diluncurkan di Baruga Kr Pattingalloang, Senin (18/11).
Program PAIR adalah inisiatif dari Australia-Indonesia Centre (AIC) yang didukung oleh Pemerintah Australia dan Indonesia, menyatukan total 51 peneliti dari 11 universitas terkemuka dari kedua negara. Tujuh dari Indonesia dan empat dari Australia.
Kevin Evans, Direktur Indonedia untuk Australian-Indonesian Centre, menjelaskan, PAIR akan berkolaborasi dalam proyek penelitian pembangunan jalur kereta api di Sulawesi Selatan.
“Program penelitian baru akan mengeksplorasi peluang bagi masyarakat lokal di sepanjang jalur kereta api Makassar-Parepare,” ungkap Kevin.
Selama empat tahun ke depan, para peneliti akan menjelajahi wilayah pantai barat Sulawesi Selatan, di mana jalur kereta baru sepanjang 145 kilometer akan segera menghubungkan lima kota dan kabupaten yakni Makassar, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Barru dan Parepare.
Dr Eugene Sebastian, Direktur Australian Indonesian Centre (AIC) mengemukakan berdasarkan pengalaman, pembangunan infrastruktur berbasis konektivitas tidak selalu bermanfaat bagi masyarakat lokal jika tidak berfokus pada manusia (people-centric).
“Kemungkinan tidak akan mendapatkan keuntungan jika mereka tidak memiliki cukup pengetahuan, sumber daya dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencari pekerjaan atau memulai usaha baru,” ujar Dr Eugene.
Sebanyak 11 Senior Fellow yang akan memimpin penelitian ini akan melakukan pertemuan secara intensif selama satu minggu dengan para pemangku kepentingan dari pemerintah, bisnis, akademisi dan kelompok masyarakat. Mereka berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang Sulawesi Selatan dan dampak serta peluang yang diharapkan dari pembangunan jalur kereta api.
“Saya percaya bahwa universitas dapat menjadi laboratorium bagi pemerintah, dan juga untuk bisnis dan industri,” sebut Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah, menyambut misi PAIR untuk mendukung kebijakan berbasis bukti seputar pembangunan jalur kereta api di Sulawesi Selatan.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews, percaya bahwa “PAIR dapat membantu menstimulasi peningkatan kualitas para peneliti dan analis di berbagai wilayah, khususnya Makassar, untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia timur.” Program penelitian ini akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. (rhm)
PAIR akan Teliti Dampak Kehadiran KA
×

