MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel tetap fokus pada pembangunan infrastruktur di tahun 2020. Khususnya yang berkaitan dengan jalan.
Karenanya, anggaran untuk sektor ini dialokasikan cukup besar melalui APBD. Jika tahun ini Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar, maka tahun depan naik menjadi Rp500 miliar.
Angka itupun dianggap belum cukup. Apalagi, banyak jalan provinsi yang nilainya strategis akan digenjot pengerjaannya. Karenanya, Pemprov Sulsel berharap ada suntikan anggaran dari pemerintah pusat.
Pemprov sebenarnya mengusulkan Rp1 triliun ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anggaran itu akan difokuskan untuk pengerjaan proyek jalan dari pusat untuk daerah terisolir tahun depan.
Namun sayang, kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBPJN) XIII Miftachul Munir, kementerian hanya menyanggupi Rp60 miliar.
“Pemprov mengusulkan Rp1 triliun ke pusat. Itu untuk pembukaan jalan provinsi seperti di Seko-Rampi, Rantepao-Bua, Parigi-Bungoro. Namun, kementerian hanya menyanggupi Rp60 miliar. Tetap dianggarkan pada tahun 2020, namun hanya Rp60 miliar. Itu untuk Seko dan Bua-Rantepao saja. Satu lokasi Rp30 miliar,” kata Miftachul pada Hari Bakti Pekerjaan Umum di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (3/12).
Namun, lanjut Miftach, pihaknya akan mencoba menyiasati adanya tambahan anggaran. Salah satunya dari sisa lelang yang tidak terserap di akhir tahun. Pihak balai akan mengusulkan ke kementerian agar pembukaan jalan Seko bisa mendapat tambahan anggaran. Tahun ini, anggaran dari Kementerian PUPR untuk BBPJN XIII dikurangi Rp500 miliar.
“Pak Gubernur terakhir bertemu dengan Pak Menteri berjanji ada tambahan Rp100 miliar. Cuma waktu pengajuan, dokumen anggaran sudah disahkan. Kita harapnya tambahan dari sisa lelang, tapi tergantung kementerian, karena mereka yang menentukan,” tambahnya.
Miftach memprediksi sisa lelang khusus untuk wilayah Sulsel tahun ini di atas Rp100 miliar. Hingga awal Desember, serapan anggaran BBPJN Wilayah XIII mencapai 85 persen.
“Memang masih cukup rendah, karena pengerjaan di Parepare sampai Pinrang belum diserahterimakan. Minggu depan sudah bisa 90 persen,” bebernya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Prof Rudi Djamaluddin, menambahkan lelang untuk proyek fisik seperti jalan di Seko sudah bisa diusulkan pekan depan.
Tahun ini, khusus untuk proyek itu, ada anggaran Rp85 miliar dari APBD yang disiapkan. Ditambah Rp30 miliar dari APBN. “Desember sudah mulai tender untuk Seko. Anggarannya sekitar Rp100 miliar lebih dari APBD dan APBN,” tutur Rudi.
Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, anggaran Rp1 triliun yang diusulkan itu tidak hanya untuk Seko-Rampi saja. Namun semua untuk pembukaan jalur baru yang diprogramkan Pemprov.
“Itu secara umum, termasuk untuk Bua-Rantepao. Rp100 miliar sudah jelas untuk Seko. Mudah-mudahan kita juga sudah bisa bangun jembatan tahun depan,” tandasnya. (rhm/rus)
Pemprov Usul Rp1 Triliun, Pusat Setuju Rp60 Miliar
Hanya untuk Jalan Provinsi Seko-Rampi dan Rantepao-Bua
×

