TAHUN 2020 menjadi momentum bagi Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar. Pimpinan dan pengelola lembaga pendidikan dan pelatihan pelayaran ini menargetkan bisa bekerja sama dengan seluruh perusahaan pelayaran di seluruh Indonesia, yang difasilitasi Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners Association (DPP INSA).
Saat ini, DPP INSA mencatat ada kurang lebih 1.800 perusahaan pelayaran nasional yang tersebar di pelabuhan utama dan pendukung di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, yang keanggotaannya tercatat aktif berkisar 850-an perusahaan.
”Tahun depan kita menargetkan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan DPP INSA. Itu sebagai pintu masuk untuk bisa bekerja sama dengan seluruh perusahaan pelayaran di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Polimarim AMI Amrin Rani, Kamis (5/12).
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Amrin telah bertemu dengan sejumlah owner perusahaan pelayaran besar. Momen itu berlangsung ketika Amrin menghadiri acara DPP INSA di Jakarta.
Mereka yang bertemu dengan Amrin yakni Ketua DPP INSA Carmelita Hartoto, H Lukman Lajoni (owner PT Surya Bintang Timur), Maslih Mulia dan putranya Bani M Mulia (PT Samudra Indonesia), pemilik PT Tempuran Mas Harto Kusumo yang akrab disapa Atik, owner PT Logindo Edy Kurniawan Logam, dan owner PT Seven Offshore Anto Purwata. Mereka menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Polimarim AMI.
Guna mempersiapkan para taruna dan taruni serta alumninya, Polimarim AMI juga membekali mereka dengan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Dengan SKPI tersebut, alumni Polimarim bisa bersaing di dunia kerja. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menristek Dikti Nomor 59 tahun 59 tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi.
Khusus bagi taruna taruni yang diwisuda, sebagian besar di antaranya telah mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia timur. Sebanyak tujuh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF) Transportasi dan Logistik Indonesia menguji langsung para taruna. Dari uji kompetensi inilah nantinya akan diterbitkan SKPI. SKPI ini berguna bagi lulusan perguruan tinggi agar dapat diserap industri dan langsung bekerja. (*/rus)
Polimarim AMI Target Kerja Sama Seluruh Perusahaan Pelayaran
×

