MAKASSAR, BKM — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri Tani on Stage di Monumen Mandala Makassar, Minggu (15/12). Ada dua agenda yang dilaksanakan, yakni pencanangan Gerakan Agripreneur dan Tiga Kali Lipat Ekspor.
Dalam kegiatan itu, mantan gubernur Sulsel itu menjamin ketersediaan pangan hingga Maret 2020 mendatang. Jadi, walaupun Indonesia sebagian besar memasuki puncak musim hujan di awal tahun depan, dan BMKG memperkirakan terjadi banjir di berbagai wilayah, Syahrul menegaskan jika stok pangan nasional tetap dalam kendali. Malah, ketersediaan pangan saat ini sudah over stok 4 juta ton.
SYL mengakui persediaan pangan sempat mengalami minus dua bulan yang lalu. Namun setelah dirinya mengecek, ternyata saat ini mampu menjamin kebutuhan masyarakat hingga Maret 2020 mendatang.
Meskipun sudah over stok persediaan pangan secara nasional, Syahrul menyebutkan dari 34 provinsi, sebanyak 10 rawan pangan. Termasuk Provinsi Papua.
Olehnya itu, sambung Syahrul, Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo telah memerintahkan kepada pihaknya untuk melakukan penyaluran pangan melalui udara.
“Ada 10 provinsi yang rawan pangan dari 34 dan itu dalam pantauan, terutama di Papua. Pak Presiden sudah memerintahkan untuk mengangkut pakai heli dan pesawat-pesawat TNI,” ucap Syahrul.
Lebih jauh Syahrul mengatakan, bahwa ketika terjadi lonjakan harga, penyebabnya adalah distribusi. Hal ini, dikatakan Syahrul, ketersediaan pangan sudah cukup.
“Kalau terjadi lonjakan karena distribusi, pangannya kita sudah kendalikan,” tandas Syahrul.
Lebih jauh, dia mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang baik. “Sehat ditentukan semuanya dari tubuh yang sangat sehat. Tetapi hanya bisa sehat kalau makanannya juga sehat. Karena itu, makanan menjadi hal yang paling penting dijaga kesehatannya,” kata Syahrul.
Ditambahkannya, makanan yang sehat itu adalah makanan yang secukupnya dibutuhkan dan memenuhi gizi yang ada. “Salah satu bentuknya dengan mempertahankan pangan lokal. Makanan lokal adalah bagian dari budaya bangsa yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani menjelaskan, pertanian merupakan program unggulan di Sulawesi Selatan, sehingga diharapkan bisa menjadi ikon Sulawesi Selatan ke depannya.
“Kita ke depannya mungkin tidak lagi mengandalkan sektor pajak kendaraan untuk optimalisasi RPAD, tetapi kita akan bergeser. Salah satunya pada sektor pertanian. Untuk itu, menyediakan bibit unggul yang kuat, serta pewilayahan komoditi di seluruh kabupaten-kota se-Sulawesi Selatan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pertanian,” jelas Abdul Hayat.
Terkait swasembada pangan, Abdul Hayat menyebutkan, untuk mencapai hal tersebut kualitas bibit unggul dan cara bercocok tanam menjadi penting.
“Secara optimal kita harus pastikan semua daerah melakukan program pembinaan dan edukasi, sehingga pengelolaan pertanian semakin berkualitas,” tutupnya. (rhm/rus)
Mentan Klaim Stok Pangan Aman, 10 Provinsi Rawan
×

