MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar telah mengumumkan hasil seleksi administrasi calon aparatur sipil negara (CASN). Pemkot Makassar menetapkan, dari 18.026 pendaftar, sebanyak 1.186 peserta dinyatakan gugur. Dari yang gugur tersebut sebanyak 579 orang mengajukan keberatan.
Berdasarkan aturan, pelamar yang dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi diperbolehkan untuk melakukan sanggahan jika merasa ada kekeliruan dalam hasil seleksi.
Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDMD Kota Makassar, Abdul Kadir Masri, menyebutkan, sebanyak 579 pelamar telah mengajukan sanggahan. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan terkait berkas ijazah yang diunggah.
“Ada kurang lebih 579 yang menyanggah. Di antaranya 233 mempertanyakan terkait berkas yang diunggah itu fotokopi ijazah,” kata Kadir.
Ia menjelaskan, pelamar yang gugur tersebut mengunggah fotokopi ijazah. Sementara, dalam persyaratan diharuskan mengunggah ijazah asli sehingga hal itu tidak bisa ditolerir.
“Di dalam aturan pelamaran itu, kalau fotokopi ijazah yang diunggah, itu tidak ditolerir karena memang yang dipersyaratkan (ijazah) asli,” terangnya.
Kemudian 104 pelamar lainnya mengajukan sanggahan terkait surat lamaran. Kadir menambahkan, ada surat lamaran yang dimasukkan namun ditujukan untuk instansi lain.
Sebanyak 113 pelamar lainnya juga mengajukan sanggahan terkait Surat Tanda Registrasi atau STR khusus untuk pelamar tenaga kesehatan. Kata Kadir, STR yang dimasukkan ada yang telah kadaluarsa.
“STR itu kan berlaku lima tahun. Kalau dia lewat dari itu, tetap kita tidak terima. Syaratnya kan harus STR yang masih aktif,” jelasnya.
Sementara itu, 34 pelamar menyanggah terkait transkrip nilai yang tidak lengkap dan 95 sisanya terkait kualifikasi pendidikan.
Soal kualifikasi pendidikan ini, Kadir mengakui, pihaknya masih mencoba untuk melakukan komunikasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Misalnya pendidikan Manajemen Keuangan untuk lamaran auditor. Nah ini di dalam transkrip nilainya itu katakanlah dia pendidikannya Manajemen saja tetapi kalau banyak mata kuliahnya menyangkut manajemen keuangan, itu mungkin kita coba koordinasi dengan BKN. Kalau BKN mengatakan oke, ya oke,” pungkasnya.(nug)

