MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar mulai tegas terhadap pegawai yang malas apel pagi. Hal itu ditandai dengan dikirimnya nama-nama Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS yang malas apel ke instansinya masing masing.
Nama-nama tersebut dirilis oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar kemudian disampaikan ke atasan langsungnya.
Kepala Bidang Kinerja dan Penghargaan BKPSDM Kota Makassar, Munandar menyebut, setidaknya ada ribuan ASN di lingkup Pemkot Makassar yang hobinya tidak ikut apel.
Hasil tersebut dikatakan Munandar berdasarkan pendataan BKPSDM di setiap dilakukannya apel, dan diumumkan langsung saat itu juga.
“Nah dalam tiga bulan terakhir ada 1.000 orang ASN Pemkot Makassar yang hobi atau berulang ulang tidak ikut apel,” kata Munandar, kemarin.
Selain itu, Munandar juga mengaku jika data tersebut diambil berdasarkan variabel monitoring dan laporan masuk, serta penelusuran daftar hadir. Bahkan Munandar tak segan segan menyebut posisi tiga teratas SKPD penyumbang pegawai terbanyak yang hobi tidak apel.
“Jadi paling banyak pegawainya itu hobi tidak apel di pegang oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Umum dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Itu tiga SKPD teratas,” sebut Munandar.
Lebih jauh, Munandar, menjelaskan, bahwa nama ASN tersebut telah disampaikan keseluruh atasan langsungnya untuk diberikan teguran ataupun pembinaan.
“Sudah kita sampaikan ke kadisnya. Ada yang memberikan tindakan, ada juga tidak, seharusnya atasan langsungnya itu memberikan sanksi,” jelasnya.
Olehnya, Munandar mengaku, jika pihaknya menargetkan akan memberi sanksi kepada atasan langsungnya karena dianggap terkesan adanya pembiaran.
“BKD Target akan sanksi atasan langsungnya, karena terkesan adanya pembiaran. Jangan selalu salahkan BKD karena kadisnya punya kewenangan melakukan pembinaan. Kalau ada yang tidak bisa dibina lagi dan mau diberhentikan suruh kirim kesini kita akan berhentikan,” tandasnya.
Kepala Bagian Umum Setda Kota Makassar, Ichwan Jakub, mengakui, sejumlah pegawainya masih minim terkait kedisiplinan apel, namun semua itu bukan tanpa alasan.
Menurutnya, BKPSDM mendata melalui absen fisik manual pada setiap digelar apel, sementara sebagian pegawainya melakukan absensi elektronik (finger).
“Selain itu, berapa anggota saya juga itu seperti pramusaji memang tidak sempat ikut apel, bahkan berapa anggota saya itu bertugas diluar kantor karena ada kegiatan,” ungkapnya.
Sehingga, lanjut Ichwan pihaknya meminta kepada BKPSDM agar memberikan dispensasi bagi pegawainya yang sedang bertugas luar, dan bertugas di rumah jabatan.
“Saya menjamin pegawai di Bagian Umum selalu taat dengan itu, apabila tidak ada tugas yang mengharuskan kerja lebih ekstra. Karena kerja kita paling utama adalah melayani tamu tamu kota,” terangnya.
Iapun sangat mengapresiasi langkah BKPSDM karena dengan seperti itu Bagian Umum Setda Kota Makassar akan berintropeksi diri dan menjadikan hal itu bertambah baik.
Lainnya hal dengan, Kepala Satpol PP Kota Makassar Iman Hud, ia membantah jika pihaknya dikatakan hobi tidak ikut setiap ada apel.
Justru, Iman menegaskan bahwa pihak satpol PP lah yang menjadi pelaksana disetiap adanya apel dilingkup Pemerintah Kota Makassar.
“Jadi bagaimana bisa dikatakan tidak ikut apel na kita (Satpol) yang menjadi pelaksana apel. Apalagi banyak anggota kerja 24 jam, jadi tidak mungkin mau datang apel pagi jam 7,” tegas Iman.
Iman bilang, disetiap apel dilakukan pemerintah, satpol pp hanya mengutus perwira perwira, sedangkan di bawah itu atau non PNS bertugas di tempat lain.
“Karena mereka (pegawai satpol) bekerja 24 jam maka satpol pp melakukan upacara atau apel tersendiri jam 08.00 pagi. Tidak sama SKPD lain yang datangnya jam 07.00 pagi pulangnya jam 16.00,” tutupnya.(nug)
Malas Apel Pagi, ASN Bisa Diberhentikan
×

