pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA: Bili-bili Kekurangan Air

MAKASSAR, BKM — Benarkah air di waduk Bili-bili tak lama lagi meluap, seperti yang banyak beredar di media sosial (medsos)? Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah turun langsung untuk membuktikannya.
Ia mendatangi waduk yang berlokasi di Kabupaten Gowa itu, Selasa (7/1). Dari hasil pantauannya, NA tidak menemukan adanya air meluap di bendungan hasil karya tim Jepang itu.
Karenanya, mantan bupati Bantaeng dua periode ini pun meminta warga untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan berita bohong alias hoax.
”Jangan ada yang percaya jika dalam waktu dekat ini ada yang mengatakan bendungan Bili-bili meluap. Faktanya, bendungan Bili-bili saat ini malah kekurangan air,” ujar Nurdin.
Meski begitu, dia mengakui jika cuaca ekstrem seperti saat ini memang cukup menghawatirkan. Apalagi soal pergerakan air yang bisa saja membuat sungai meluap. Termasuk volume muka air di beberapa bendungan yang kerap naik drastis.
Berkaca di tahun-tahun sebelumnya, terkait maraknya berita soal Bendungan Bili-bili yang meluap dan tak mampu menampung air akibat curah hujan tinggi, Nurdin menyebut terjadi lagi tahun ini. Dia pun menegaskan, Bendungan Bili-bili saat ini sangat aman. Bahkan jika melihat daya tampungnya, bendung Bili-bili kini tergolong minim air.
Nurdin menambahkan, khususnya untuk warga Kota Makassar, harus tahu betul air di bendungan ini masih jauh dari tampungan normal.
Ketinggian untuk mencapai elevasi normal air masih butuh 17 meter lagi. Bahkan dari 200 juta meter kubik lebih kapasitas air yang bisa ditampung di bendungan, saat ini hanya 70 juta meter kubik saja air di Bendungan Bili-bili.
“Jadi masih jauh. Bahkan turbin pembangkit listrik hanya satu yang berfungsi karena memang kebutuhan airnya berkurang. Jadi mohon seluruh masyarakat untuk mengerti, jangan percaya hoax karena itu menyesatkan,” tandas Nurdin.
Dia mengimbau masyarakat di hulu sungai untuk betul-betul menjaga kelestarian hutan yang ada. Diharapkan konservasi hutan, terutama di bagian hulu bisa semakin intens dilakukan.

Imbauan Adnan

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengimbau masyarakatnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi curah hujan dengan intensitas tinggi (lebat) yang diprediksi terjadi 10-12 Januari 2020 mendatang. Imbauan itu berdasarkan penyampaian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV.
Tingginya curah hujan tersebut, salah satunya disebabkan karena angin monsun Asia yang diprediksi akan melintasi wilayah Timur Indonesia, termasuk di Sulsel.
“Meskipun lintasan angin monsun Asia ini tidak berdampak besar di wilayah Kabupaten Gowa, tapi tetap saja kita harus meningkatkan kesiapsiagaan. Kita harus bisa mengantisipasi, minimal langkah mitigasi telah disiapkan,” kata Adnan, Selasa (7/1).
Hal lainnya yang perlu dilakukan, yaitu bagi pengendara agar menghindari pohon-pohon besar saat melintas di waktu-waktu tersebut. Juga diimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor, agar mulai mengambil langkah antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan.
Ia juga menyarankan untuk memanfaatkan kehadiran posko siaga bencana yang disiapkan di tiga titik. Masing-masing di kantor BPBD dan Damkar Gowa di Kecamatan Somba Opu, yang menjangkau Kecamatan Pallangga, Bajeng, Bajeng Barat, Bontomarannu, Barombong, Bontonompo, dan Bontonompo Selatan.
Kemudian posko siaga bencana di Kecamatan Tinggimoncong yang ditempatkan di kantor Camat Tinggimoncong, mencakup Kecamatan Pattallassang, Parangloe, Parigi, Tombolopao. Lalu posko siaga bencana di Kecamatan Bungaya yang berlokasi di kantor Camat Bungaya yang menjangkau Kecamatan Manuju, Bontolempangan, Biringbulu dan Tompobulu.
”Posko ini sengaja dibuat untuk dijadikan sumber informasi terkait potensi cuaca, dan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Adnan, kemarin.
Hal penting lainnya yang harus dilakukan, lanjut Adnan, yakni meningkatkan ibadah dan doa kepada Allah Swt agar daerah Gowa aman dari segala bencana. (nug-sar/rus)




×


NA: Bili-bili Kekurangan Air

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar