pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Sebut Rp20 M Dana Penanggulangan Bencana

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menggelar apel kesiapsiagaan bencana di Lapangan Karebosi, Rabu (8/1). Apel tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah,dihadiri Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Forkopimda Kota Makassar, dan kepala OPD lingkup Pemkot Makassar.
Apel tersebut digelar untuk memperlihatkan masyarakat jika pemerintah dan berbagai stakeholder terkait telah siap bekerja untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang bisa saja terjadi selama musim hujan ini.
Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat yang mengalami bencana atau musibah.
“Kita pastikan pada rakyat bahwa pemerintah hadir,” katanya.
Dia melanjutkan, di musim hujan di awal tahun ini telah terjadi musibah. Seperti angin puting beliung di Kabupaten Sidrap. Dimana sebanyak 751 rumah mengalami rusak, mulai dari ringan, sedang dan berat.
Hingga kemarin, 7 Januari 2020, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melakukan kunjungan.
“Ini lagi kita data, kita punya dana tanggap darurat,” kata Nurdin Abdullah.
Sebelumnya, Ia menyampaikan bahwa dana kontijensi untuk Sulsel sebesar Rp 20 miliar. Dana kontijensi ini untuk penanggulangan bencana, baik tahap prabencana, saat tanggap darurat atau pasca bencana.
Pada kesempatan itu, dua juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu memberikan bantuan dan pertolongan jika terjadi bencana.
“Saya bilang, semuanya mudah, ketika terjadi apa-apa, kita masing-masing mengambil peran,” katanya.
Setiap elemen hadir dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Demikian juga dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Termasuk jika bencana banjir terjadi.
“Siapa mengerjakan apa, apa fungsinya masing-masing. Ketika terjadi sesuatu yang tidak kita minta-minta, semua bisa bergerak. Termasuk yang membidani logistik,” terangnya.
Termasuk peran serta masyarakat, untuk membantu di tengah keterbatasan pemerintah.
Berlatar belakang Guru Besar Kehutanan, tentunya Nurdin mengetahui betul betapa pentingnya program konservasi hutan di 24 kabupaten kota se-Sulsel.
“Itu program mitigasi, itu sangat penting, terutama mengevakuasi ketika itu ada longsor, hubungan putus, saya kira itu harus dilanjutkan. Tapi yang paling penting program konservasi, itu bukan lagi sesuatu yang boleh ditawar, itu keharusan,” tegasnya.
Salah satu langkah menyeimbangkan alam khusus di Sulsel ini harus melakukan konservasi hutan secara bertahap di setiap daerah. Terlebih di wilayah bendungan, cekdam agar menjaga hulu.
“Ketika masuk musim kemarau kita kekurangan air, ketika masuk musim hujan kita kelebihan air. Ini tidak seimbang. Makanya keseimbangan alam ini harus kita kembalikan,” jelasnya.
Meluapnya air di DAS Walanae, DAS Jeneberang dan DAS Saddang diakibatkan perambahan hutan yang berlebihan. Sesuai dengan tuntutan Undang-undang nomor 23, menyerahkan urusan kehutanan ke pemerintah provinsi.
“Makanya ini dalam proses konsolidasi. Tapi, kita juga harus bersama kabupaten-kota menjaga kelestarian hutan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin, menyampaikan Dinas Kesehatan bergerak ke berbagai titik untuk siap siaga bencana. Dinas Kesehatan sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh layanan kesehatan di Kota Makassar.
Ia mengatakan, Tim Gerak Cepat (TGC) sudah siap juga di bawah untuk bergerak ke wilayah potensi banjir. Sebanyak 200 orang TGC akan bergerak ke wilayah Makassar.
“Ada Tim Gerak Cepat, rumah sakit rujukan RSUD kota Makassar menjadi rujukan jika ada korban jiwa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, Taufiek Rahman mengatakan, pemadam menyiapkan 50 orang untuk masuk tim terpadu.
“Pemadam siap, ada 50 orang masuk tim terpadu, 20 orang cadangan,” katanya.
Tim ini akan bergerak ke titik bencana di Makassar. Dia mengatakan daerah sering kena bencana ada di lima kecamatan dan 12 Kelurahan seperti Peccerakkang, Manggala. (rhm)




×


NA Sebut Rp20 M Dana Penanggulangan Bencana

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar