MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar telah menemukan solusi tepat dalam menyelamatkan Pulau Lae-lae dari abrasi atau proses pengikisan pantai oleh arus laut yang bersifat merusak. Salah satu solusinya yakni membangun pemecah ombak.
Rencananya tahun 2021 mendatang, pemkot baru akan mengusulkan pembangunan pemecah ombak di Pulau Lae-lae.
Sekretaris Daerah Kota Makassar yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Muh Anshar mengatakan, rencana itu diambil setelah dirinya bersama Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, melakukan kunjungan ke Pulau Lae-lae untuk melihat langsung kondisi di sana yang terancam abrasi akibat ombak.
Ditemui di Kantor Balai Kota Makassar, Anshar mengemukakan, di salah satu sisi pulau, memang sudah ada tanggul yang dibangun Pelindo dan berfungsi sebagai pemecah ombak.Namun, masih banyak sisi pulau lainnya, terutama sisi barat yang posisinya agak rendah dan terancam abrasi.
“Itu belum ada pemecah ombaknya. Terancam abrasi. Dan kalau sedang pasang, air bisa masuk sampai ke perumahan warga,” ungkapnya.
Dia menambahkan, persoalan itu sebenarnya sudah menjadi masukan pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kecamatan.”Kami upayakan untuk mengakomodir di tahun 2020 mendatang. Ini untuk kebutuhan masyarakat Pulau Lae-lae yang jumlahnya sekitar 3.000 orang,” jelas Anshar.
Selain mengusulkan agar tanggul pemecah ombak tersebut bisa dibiayai oleh APBD Makassar tahun depan, Pemkot juga berupaya meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
Pasalnya, ungkap Anshar, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelematkan Lae-lae cukup besar. Bisa mencapai ratusan miliar. Sementara APBD Kota Makassar sangat terbatas.
“Jadi, kami akan berusaha mendapat bantuan dari pemerintah pusat juga,” jelas Anshar.
Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat melakukan kunjungan ke pulau tersebut berjanji akan secepatnya mengimplementasikan hasil dari peninjauan hari ini.Selain meninjau pemecah ombak, ia juga berjalan-jalan menyusuri setiap lorong yang ada di area pulau Lae- Lae. Serta memperhatikan infrastruktur sekitar.
“Ini salah satu pulau yang sering mendapatkan banyak kunjungan wisatawan. Jadi kita mau juga ini agar ditingkatkan pariwisatanya. Kita harapkan Dinas Pariwisata melatih ibu-ibu membuat home stay salah satunya,” jelas Iqbal.
Ia pun berharap kepada masyarakat Kota Makassar khususnya di kepulauan Lae- Lae agar terap dapat menjaga kebersihan lingkungannya. (rhm)

