MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berencana membangun kolam penampungan air atau kolam retensi (aquapond) di Lapangan Hertasning. Ide tersebut diambil dari hadirnya kolam retensi di area halaman kantor gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, yang berfungsi sebagai pengendali banjir di area jalan nasional tersebut.
Pembangunan aquapond ini untuk mengatasi genangan air di sekitar Jalan Hertasning, terutama saat musim hujan. Nantinya air dari jalanan akan dialirkan masuk ke kolam retensi. Setelah hujan reda, baru akan dibuang ke saluran air menggunakan pompa.
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb belum lama ini, membenarkan hal tersebut. “Iya, rencananya Pemkot Makassar akan membangun kolam retensi di Hertasning. Tepatnya di Lapangan Hertasning,” ungkap Iqbal.
Berbeda dengan Pemprov Sulsel yang menggunakan dana hibah JICA untuk pembangunannya, Pemkot Makassar akan menggunakan APBD 2020.
“Untuk teknisnya coba tanya Kadis PU Makassar. Namun yang pasti, anggarannya akan diusulkan melalui APBD 2020 mendatang,” tandas Iqbal.
Kendati rencana tersebut diharapkanbisa terwujud tahun 2020 ini, namun sayang, anggaran untuk proyek tersebut belum jelas.
Ditemui di Hotel Four Point by Sheraton, Kamis (6/2), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Muh Anshar, mengaku tahun ini belum ada anggaran yang disiapkan untuk pembangunan fisiknya.
“Belum ada tahun ini dianggarkan. Kita mau lihat dulu perencanaannya dan dampak lingkungannya seperti apa,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, berbeda dengan pembangunan aquapond di dalam kawasan kantor gubernur, rencana pembangunan kolam retensi di kawasan lapangan Hertasning berdampak pada beberapa faktor. Di antaranya, akan memengaruhi Jalan Hertasning, serta lapangan yang menjadi sarana olah raga masyaralat. Belum lagi pedagang kakilima yang berjualan di kawasan sekitar.
“Jadi itu harus dianalisis dengan sebaik-baiknya. Jadi tahun ini belum ada pembangunan fisik. Baru analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal dan detail engineering desain (DED). Tahun depan mungkin baru kita anggarkan fisik,” terang Muh Anshar.
Menurut Anshar, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun aquapond itu cukup besar. Berkisar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.
Selain mengandalkan anggaran dari APBD Kota Makassar, pihaknya juga berusaha mendapatkan bantuan dari pusat. Rencananya, aquapond yang akan dibangun tersebit berkapasitas sekitar 2000 meter kubik. Lebih besar dibandingkan aquapond yang dibangun di kawasan halaman kantor gubernur Sulsel. (rhm)
Aquapond Hertasning tak Punya Anggaran
×

