MAKASSAR, BKM — Dr Sukriansyah S Latief, Staf Khusus Wakil Presiden dan Komisaris PT Pupuk Indonesia Holding menjadi delegasi Indonesia dalam konferensi IFA (International Fertilizer Association) di New York, Amerika Serikat, 3-7 Februari 2020. IFA adalah sebuah asosiasi yang merepresentasikan industri pupuk global, mencakup produksi, perdagangan, transportasi dan distribusi segala macam pupuk, termasuk bahan bakunya.
Tema yang diangkat dalam konferensi IFA tersebut adalah bagaimana menciptakan konsep masa depan pangan berkelanjutan dan nutrisi tanaman masa depan (creating a sustainable food future and plant nutrition future).
Dalam rilis yang diterima BKM, kemarin, UQ –sapaan akrab Sukriansyah S Latief– menuturkan bahwa dalam konferensi internasional ini, dipaparkan banyak inovasi baru terkait industri pupuk dalam kerangka mempertahankan keberlangsungan pangan yang berkelanjutan secara global.
”IFA beranggotakan 525 anggota yang tersebar di 85 negara. Sebagian besar anggotanya adalah negara sedang berkembang. Industri pupuk global dewasa ini memproduksi 170 juta ton per tahun. Hal ini akan terus dipacu lewat berbagai inovasi baru industri pupuk, sebab keamanan pangan dunia (world food security) sangat tergantung pada ketersediaan pupuk dari masa ke masa,” ujarnya. (rls)
UQ Jadi Delegasi Indonesia di Konferensi IFA
×

