MAKASSAR, BKM– Pemkot Makassar melalui Dinas Perdagangan bersama distributor gula pasir, UD Benteng Baru, dan PD Pasar Raya menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Selasa (11/2).
Operasi pasar digelar untuk menyuplai gula pasir yang beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan dan harganya menukik naik.
Ada lima lokasi yang didatangi diantaranya Pasar Terong, Pa’baeng-baeng, Niaga Daya, Pannnampu, dan
Parangtambung.
Operasi pasar dipimpin langsung Kadis Perindag Kota Makassar, M Yasir.
Menggunakan mobil Inflation Control milik Pemkot Makassar, sebanyak 2,5 ton gula pasir disalurkan ke lima pasar tersebut. Setiap pasar mendapat jatah 500 kg dengan harga yang diberikan sesuai HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp12.500.
Salah seorang pedagang di pasar terong, H Nurdin mengaku senang dengan adanya operasi pasar ini. Pemilik Toko Diana di Pasar Terong ini mendapatkan jatah 10 sak gula pasir atau sebanyak 250 kg.
Selain pasar Terong beberapa pasar lain juga akan dilakukan kegiatan serupa. PD Pasar mengimbau agar pedagang tidak menaikkan sepihak harga gula pasar di atas HET yang sudah ditentukan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Andi Muhammad Yasir mengatakan pihaknya memang memberi fasilitas secara percuma pengantaran barangnya maka tidak ada lagi alasan bagi pedagang untuk menaikkan harganya.
“Untuk menjaga inflasi kami menggunakan mobil kami, jadi para pedagang tidak lagi mengeluarkan biaya untuk mengambil barang itu, harganya yang dijual lebih murah,” kata Yasir.
Dia menegaskan kondisi kelangkaan gula pasir tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena bisa menimbulkan inflasi besar.
“Kami sudah rapat bersama dinas perdagangan provinsi, dan memang kondisi yang ada di lapangan begitu. Makanya kita hadir memberi solusi, paling tidak jangka pendeknya bisa kita atasi karena kalau berlarut-larut akan menimbulkan inflasi besar,” ujarnya.
Memang diakui, beberapa hari terakhir, bawang putih dan gula pasir mengalami kelangkaan di pasaran. Selain itu, harga bawang putih pun melonjak tajam.
Saat ini, harganya sudah mencapai Rp60 ribu per kg dari harga normal Rp32 ribu per kg.
Ditengarai, kenaikan itu akibat ulah para spekulan yang memanfaatkan situasi ditengah kelangkaan bawang putih impor akibat pasokan minim.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kota Makassar, Iksan NS, mengatakan, pihaknya akan turun langsung melakukan pengawasan di pasar.
“Kami akan turun memantau dan mengawasi potensi spekulan di tengah harga bawang putih impor melambung akibat pasokan minim. Kondisi ini dikhawatirkan dimanfaatkan oknum spekulan untuk mengeruk keuntungan,” ungkapnya, di Balai Kota Makassar.
Jika ada yang ditemukan melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara tajam, pihaknya akan mengambil langkah-langkah sanksi.
Iksan menambahkan, satuan tugas (Satgas) Pangan telah bergerak dengan turun menelusuri penyebab kenaikan harga bawang putih.
Selain pemerintah daerah, satgas pangan melibatkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan seperti polisi dan TNI.
Menurutnya, berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, pasokan bawang putih diperkirakan cukup untuk kebutuhan hingga beberapa pekan mendatang.
Pihaknya mengimbau pedagang tidak berbuat curang, akan diberi sanksi bagi para importir atau distributor yang melakukan penimbunan bawang putih, karena dapat mengganggu stabilitas harga di pasaran.
Selain bawang putih, Dinas Perdagangan Kota Makassar memantau kenaikan harga komoditas gula pasir. Gula pasir putih naik menjadi 14 ribu per kilogram dari semula 12 ribu per kilogram.(rhm)

