pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tamsil: Jangan Bergantung ke China

SEMENTARA ITU, anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, meminta Pemerintah Provinsi Sulsel untuk tidak bergantung impor bawang putih dari China.
Ia mengatakan, aktivitas impor dari China saat ini tengah ditutup oleh Pemerintah Pusat. Untuk itu, mantan anggota DPR RI Fraksi FKS ini, meminta Pemerintah Provinsi Sulsel tidak usah bergantung impor bawang putih dari China.
“Meskipun tanpa dorongan untuk melakukan impor bawang putih dari pemerintah pusat, Pemprov Sulsel harus mencegah kelangkaan bawang putih ini di Sulsel,” ujar Tamsil, Selasa (11/2).
Menurut Tamsil, penutupan impor bawang putih dari China akibat isu virus corona seharusnya menjadi kesempatan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengambil tindakan dan melakukan impor bawang putih dari negara lain.
“Kelangkaan seperti ini Sulsel harus mengambil inisiatif untuk memanfaatkan sebagai bentuk peluang dan mengisi kekosongan ini, Sulsel harus mengganti China sebagai penyuplai bawang putih,” ucapnya.
Terpisah, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menampik stok bawang putih kosong di Sulsel. “Di dalamdapur Rujab Gubernur masih ada kok masih aman, aman. Jangan ke Bulog pak ke pasar untuk cek,” ungkap Nurdin.
Tak hanya itu, Nurdin juga menyanggah adanya kenaikan harga bawang putih saat ini akibat kekosongan stok tersebut.
“Gak usah dengar, cek aja harga bawang putih belum naik kok,” tandas Nurdin.
Meskipun demikian, Nurdin mengakui selama ini impor bawang putih dari China. Agar suplai bawang putih dapat terpenuhi di Sulsel, ia rencana memproduksi bawang putih lokal dengan mendorong petani.
“Sementara kita mendorong petani kita untuk memproduksi bawang putih,” ucapnya.
Nurdin menyebutkan daerah yang potensi pengembangan bawang putih adalah Bantaeng dan Enrekang.
“Saya berkeinginan, Sulsel harus mampu memenuhi kebutuhan pangan kita termasuk bawang putih. Karena kita punya opurtinity besar untuk bawang putih. Bukan hanya bawang putih semua kebutuhan harus kita penuhi,” jelas Nurdin.
Terkait pengembangan tersebut sambung Nurdin, sebelumnya pihaknya terlebih dahulu melakukan pemetaan atau zonasi
“Nanti ada zonasi, selama itu memenuhi syarat kita akan kembangkan,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Fitriani, juga mengaku pengembangan tanaman bawang putih di Sulsel selama ini memang tidak ada.
Fitri menyebutkan pihaknya saat ini tengah melakukan percobaan beberapa wilayah yang bisa dilakukan pengembangan bawang putih.
“Sementara kita lakukan percobaan, termasuk di Enrekang dan Malino, dan memang selama ini tidak ada pengembangan bawang putih di Sulsel,” ujar Fitri.
Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, menyebut, kelangkaan bawang putih karena ada asumsi terkait pelarangan impor bawang putih dari Tiongkok karena kasus virus corona, dan mengakibatkan harga menjadi naik.
“Tapi kita masih punya stok bawang putih sebanyak 84 ribu ton saat ini. Bahkan februari ini ada beberapa daerah yang akan panen, seperti Jawa Barat dan Sumatera Utara. Dan kenaikan harga kan tidak terjadi di semua daerah,” ujar Syahrul usai membawakan kuliah umum di Unhas beberapa waktu lalu.
Mantan Gubernur Sulsel ini menyebutkan, sebenarnya, Indonesia bukannya tidak bisa memproduksi bawang putih, tapi memang kondisi iklim juba menjadi kendala dalam membiakkan bawang putih tersebut.
“Sehingga memang kadang sulit memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tinggi. Dan impor itu bukan barang haram, selama semua upaya telah kita lakukan tapi tidak maksimal. Tapi kita akan terus melakukan langkah budidaya dengan intervensi teknologi,” tukas Syahrul.
Saat ditanya kemungkinan lain mengimpor bawang putih selain Tiongkok, Syahrul tidak menjawab dengan pasti. Tapi menurutnya, memang impor paling besar Tiongkok dan yang lebih murah.
“Kita masukkan bawang putih, tapi kita keluarkan bawang merah yang lebih banyak. Kita sudah galakkan gerakan tiga kali ekspor. Itu menjadi jawaban impor. Kita tidak perlu panik,” tegas Syahrul.(nug)




×


Tamsil: Jangan Bergantung ke China

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar