MAKASSAR, BKM–Tingkat stres hidup di perkotaan seperti di Kota Makassar sangat tinggi. Bukan cuma akibat persaingan hidup yang semakin keras, melainkan juga kemacetan yang menambah beban. Seperti di Jalan AP Petta Rani. Sejumlah pengguna jalan semakin mengeluhkan parahnya kemacetan di ruas jalan tersebut.
Kondisi ini, selain diakibatkan oleh makin menyempitnya ruas jalan akibat pengerjaan tol layang, juga dikarenakan masih ditemukannya kendaraan yang parkir seenaknya serta kondisi Pasar Tamamaung yang mengambil badan jalan.
Pemerintah Provinsi Sulsel mengaku, tidak punya formula atau tindakan khusus dalam menangani kemacetan tersebut. Pemprov hanya menyarankan bagi pengendara untuk menggunakan berbagai jalan alternatif yang ada.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Samsibar. Ia-pun menegaskan belum akan melakukan pengalihan jalan.
Ia hanya menyarankan para pengendara untuk menghindari jalan tersebut, terutama saat pagi dan sore hari. Jika ingin melintas dari arah utara kota ke selatan, atau sebaliknya, bisa menggunakan jalan lainnya saja.
Beberapa jalan alternatif yang bisa digunakan para pengendara dikatakan Samsibar bisa menggunakan Jalan Abdullah Daeng Sirua, Jalan Sukaria, atau bahkan Jalan Veteran.
Jika dari arah timur kota menuju arah Gowa atau sebaliknya, maka bisa masuk melalui Jalan Abdurrahman Basalamah. Jika dari barat kota, lebih baik menggunakan Jalan Jendral Sudirman saja.
Samsibar pun mengimbau masyarakat untuk bersabar. Pasalnya, kemacetan yang terjadi merupakan hal yang wajar akibat efek dari pembangunan tol layang.
“Itu efek dari pembangunan, pasti ada keluhan. Yang penting kan tujuan untuk mengurai macet,” ucapnya.(nug)
Dishub Minta Cari Jalur Alternatif
×

