pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Produksi Padi Alami Penurunan

MAKASSAR, BKM–Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis produksi padi di Sulsel pada tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2018.
Dalam rilis tersebut disebutkan, pada tahun 2019 luas panen padi di Sulsel diperkirakan 1,01 juta hektar dengan produksi sebesar 5,05 juta ton GKG (Gabah Kering Giling).
Jumlah tersebut jika dikonversikan menjadi beras. Produksi beras Sulsel pada tahun 2019 mencapai 2,89 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 0,51 juta atau 15,09 persen dibandingkan pada tahun 2018.
Adapun produksi tertinggi pada tahun 2019 terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 0,97 juta ton GKG, dan terendah bulan Januari dan Desember 2019 sebesar 0,09 juta ton GKG sementara pada tahun 2018 produksi padi tertinggi terjadi pada bulan September sebesar 1,07 juta ton sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember sebesar 0,1 juta ton GKG.
Secara umum penurunan produksi padi di Sulsel pada tahun 2019 relatif terjadi di Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Jeneponto sementara dua kabupaten yang mengalami peningkatan produksi yakni Kabupaten Luwu, Selayar.
Dengan rincian, produksi padi di Kabupaten Bone pada tahun 2018 sebesar 1,03 juta ton GKG sementara pada tahun 2019 berada pada angka 772 ribu ton lebih. Begitu pun Kabupaten Wajo pada tahun 2018 produksi padi sebanyak 880 ribu ton GKG sementara pada tahun 2019 menjadi 619 ribu ton GKG, juga Kabupaten Jeneponto pada tahun 2018 produksi padi sebesar 236 ribu ton GKG dan pada tahun 2019 sebesar 203 ribu ton GKG.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Andi Ardin Tjatjo, mengatakan, bahwa penurunan produksi padi pada tahun 2019 karena adanya kekeringan yang rentang waktunya cukup panjang ditambah lagi terjadinya bencana alam seperti banjir melanda wilayah yang memiliki produksi padi cukup tinggi.
“Daerah yang memiliki produksi padi tinggi terkena banjir dan kekeringan tahun kemarin itu seperti Wajo, dan Kabupaten Bone,” ujar Andi Ardin.
Sementara alih fungsi lahan, menurut Andi Ardin tidak berdampak secara signifikan terhadap penurunan produksi padi di Sulsel. Ia mengatakan alih fungsi lahan terjadi hanya perkebunan kakao beralih fungsi lahan tanaman jagung.
“Kalau alih fungsi lahan tidak berpengaruh signifikan untuk pangan, karena alih fungsi lahan ini hanya misalnya dari kakao menjadi lahan tanaman jagung,” ujarnya.
Agar produksi padi di Sulsel kembali meningkat seperti pada tahun sebelumnya. Andi Ardin mengatakan pihaknya akan melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap petani padi di Sulsel.
Mitigasi tersebut, sambung Ardin pihak akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi bagaimana mengatasi ketika memasuk musim kekeringan dan banjir.
“Kostrad tani ini yang pada masing-masing kecamatan, akan mendekatkan petani untuk diberikan penyuluhan mulai bagaimana mengantisipasi kekeringan dan mengantisipasi kebanjiran,” tutupnya.(nug)




×


Produksi Padi Alami Penurunan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar