MAKASSAR, BKM –Selain virus corona, penyakit demam berdarah (DBD) saat ini juga menghantui warga Makassar.
Sejak dua bulan terakhir, warga yang terserang DBD mengalami peningkatan signifikan.
Tercatat, kasus DBD di bulan Januari sebanyak 23 kasus dan meningkat menjadi 42 kasus di bulan Februari.
Selain fokus pada covid-19, penularan penyakit demam berdarah dengue atau DBD juga menjadi atensi Pemerintah Kota Makassar menyusul perubahan cuaca yang cukup ekstrim.
Dinas Kesehatan Kota Makassar mengkonfirmasi jumlah kasus DBD terus meningkat sejak beberapa bulan terakhir.
Dinkes merilis jumlah kasus masyarakat yang terserang penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aeypti tersebut sepanjang 2019 mencapai 268 kasus.
Kadis Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, menegaskan, meski dari segi angka jumlah kasus DBD cukup timggi, namun kasus penyakit ini di Makassar diakuinya belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).
Naisyah menambahkan, beberapa daerah yang masuk kategori rawan DBD yakni Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan Mariso.
Diakui Nasiyah, segala upaya preventif telah dilakukan pemerintah guna memutus rantai penularan DBD di sejumlah lokasi. Seperti fogging dan edukasi penularan dan pencegahan DBD. (rhm)
Tiga Kecamatan Rawan DBD
×

