MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulsel dengan sigap melakukan berbagai langkah-langkah dalam mengatasi penyebaran virus corona atau wabah covid-19, termasuk di atas kapal motor Lambelu.
Di atas kapal tersebut sebanyak 26 anak buah kapal (ABK) dan mitra Kapal Motor (KM) Lambelu positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Dari total 141 awak kapal, 42 orang telah melalui pemeriksaan swab dengan hasil 26 orang dinyatakan positif dan 16 orang dinyatakan negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari, menegaskan, tak ada satu pun kru KM Labelu turun dari kapal. Mereka akan menjalani isolasi selama 14 hari sebagaimana prosedur yang berlaku. Mereka akan menjalani isolasi di atas kapal dan belum boleh turun karena dikhawatirkan akan menularkan kepada orang lain.
“Prosedurnya memang semua harus diisolasi 14 hari, mulai terhitung sejak tadi. Mereka akan diisolasi di KM Lambelu. Sudah ada petugas medis, satpol PP, tentara dan polisi di sana yang siap untuk memantau,” katanya.
Petugas sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kapal, menyiapkan tempat cuci tangan, dan tidak melakukan proses memasak di atas kapal sesuai protokol kesehatan. Selama karantina berlangsung, Pemprov Sulsel bersama elemen terkait akan melakukan edukasi kepada awak dan mitra KM Lambelu untuk mengetahui keadaan mereka secara berkala.
“Bersama bagian kesehatan pelabuhan, kita akan membawa obat, masker, dan segala yang dibutuhkan untuk upaya pencegahan,” katanya.
Konsumsi para awak kapal ini akan didrop dari darat. Jadi tidak ada aktivitas memasak di atas kapal. Sebab itu juga menjadi protokol bahwa tempat makan pun tidak bisa berganti-ganti.
“Kapal akan sandar dan mendekat jika butuh air, konsumsi, dan bahan bakar. Konsumsi awak kapal akan disediakan dari darat dan tidak ada proses masak di kapal. Karena berdasarkan protokol kesehatan, tidak boleh berganti tempat makan,” sambung Ichsan.
Selain itu, para awak juga akan diberi edukasi mengenai virus corona untuk mencegah kejadian beberapa hari lalu di mana ada penumpang yang meloncat ke laut.
“Jadi mereka bisa paham tentang kondisi yang ada saat ini,” lanjutnya.
Diketahui jika KM Lambelu saat ini dilarang bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta sesuai protokol kesehatan untuk setiap kedatangan. Nakhoda beserta petugas kapal harus menjalani isolasi mandiri di atas kapal dengan pengawasan dari pihak keamanan, manajemen, dan otoritas pelabuhan di Kota Makassar.
Kapal berada di jarak 2 mil dari daratan. Nakhoda kapal beserta ABK telah diinstruksikan tetap berada di atas kapal hingga hasil pemeriksaan kesehatan diterima.(nug)

