MAKASSAR, BKM — Proyek tol layang di Jalan AP Petta Rani, Kota Makassar sedikit terhambat karena pandemi covid-19.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha, mengatakan, hingga saat ini progres pembangunan proyek jalan tol layang ada di posisi 78 persen.
“Kira-kira sisa 700 meter jalan belum tersambung. Saat ini sedang fokus di pekerjaan erection box gilder. Kita akan pasang dindingnya dan memasuki finishing,” ujar Anwar, kemarin.
Ia tak menampik adanya hambatan-hambatan yang mengganggu pengerjaan jalan tol layang.
Selain musim hujan yang melanda Kota Makassar, pandemi covid-19 juga salah satunya. Anwar mengaku, sebagian besar komponen yang digunakan dalam pembangunan jalan tol layang diimpor dari Cina.
“Masih ada alat dan bahan yang kita tunggu dari Cina. Produsen disana tertahan. Tapi sebagian komponen yang berasal dari sana sudah ada. Kita tunggu pesanan terakhir tiba,” kata Anwar.
Lebih jauh, Anwar mengatakan, dalam menghadapi wabah virus corona pihaknya menerapkan prosedur yang sangat ketat untuk para pekerja. Ia masih optimis proyek tersebut rampung tepat waktu.
“Memang prpgressya sedikit lamban tapi untuk menggenjot kita ada pengukuran suhu tubuh tiap pekerja, menyediakan APD, tempat cuci tangan di setiap area, termasuk vitamin. Kita juga imbau untuk selalu menjaga jarak, makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup. Kita tetap utamakan kesehatan para pekerja,” ungkapnya.
Anwar menuturkan, bisa saja pengiriman selanjutnya akan sedikit terhambat. Ia berharap pengerjaan proyek jalan tol layang ini bisa selesai hingga akhir Juli.
“Kita juga tekankan kalau bisa ada sebagian dipakai saat lebaran nanti,” pungkasnya. (rhm)
Tol Layang Terhambat Bahan dari Cina
×

