MAKASSAR, BKM — Pandemi covid-19 melanda dan mempengaruhi tatanan ekonomi Kota Makassar. Hal itu juga dirasakan oleh manajemen PD Pasar.
Menurut Direktur Utama PD Pasar, Basdir, selama pandemi covid-19 terjadi, pendapatan PD Pasar turun drastis hingga 50 persen.
Penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh kurangnya retribusi yang masuk akibatnya banyak pedagang tidak berjualan.
“Sementara diketahui kan pendapatan tertinggi PD Pasar berasal dari retribusi tagihan kepada pedagang,” ungkapnya.
Sementara itu, kata Badir, sekarang banyak pedagang yang tidak beroperasi. Meski pedagang juga berjualan tetapi pengunjung yang kurang.
“Kita maklumi saja kondisi seperti ini, mereka tidak bohong. Memang tidak ada pengunjung, jadi kami ada lah pemakluman hal semacam itu,” sambungnya.
Tak hanya sampai di situ, demi keberlangsungan perusahaan, seluruh jajaran direksi PD Pasar harus rela mendapat pemotongan gaji.
“Kesejahteraan pegawai kita saya kira kita sudah saling memahami kita sudah komitmen mulai dari tingkat direksi sampai ke bawah itu kita potong semua gajinya bulan depan,” ucapnya.
“Bukan cuma karyawan sampai direksi semua potong dan mereka paham karena mereka tahu sendiri pendapatannya. Alhamdulillah mereka paham” sambungnya.
Menurut Basdir, ada dua macam pemotongan gaji karyawan dan direksi.
“Jadi beda-beda, yang kita shift itu yang masuk 15 hari kerja itu gajinya dipotong 50 persen. Sementara yang aktifkan ada petugas kita yang wajib setiap hari masuk itu gajinya dipotong 25 persen,” tutupnya.
Selain pemotongan gaji, pembayaran THR juga diperkirakan tidak bisa berjalan maksimal.Basdir mengatakan, meskipun dirinya tidak janji, namun ia tetap mengupayakan agar karyawan PD Pasar mendapat THR.
“Kita sementara carikan mereka, bagaimana kita carikan THR, mudah-mudahan bisa dapat THR untuk mereka tapi tidak dijanji, masih diupayakan,” kata Basdir. (rhm)

