MAKASSAR, BKM–Hingga saat ini bisnis perhotelan dan restoran terus terpuruk di masa pandemi covid-19. Bahkan kondisi hotel dan restoran masih terus memburuk, bahkan sejauh ini belum ada signal untuk kembali menghidupkan bisnis hotel dan restoran dengan cara membukanya kembali.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, sejauh ini beberapa upaya dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi hotel dan restoran di Sulsel yang mengalami dampak covid-19, namun belum banyak membuahkan hasil yang maksimal.
“Kita masih berusaha untuk pemulihan kembali, sejak akhir april ada beberapa upaya dilakukan para pengusaha kita tapi belum banyak berubah. Bahkan hotel yang tetap bertahan tetap menerapkan SOP yang baru pula, jadi yang sekarang bertahan itu juga masih berjuang,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (1/6).
Anggiat juga mengaku, kondisi saat ini juga belum membawa perubahan terhadap bisnis perhotelan dan restoran. Hanya saja, para pengusaha perhotelan dan restoran akan tetap berjuang di tengah masa pandemi ini, walaupun belum ada kejelasan kapan dibuka kembali.
“Yah tidak selamanya seperti ini, pasti mereka harus buka kalau tidak mau mati selamanya. Sekarang masih belum ada info kapan mereka buka kembali. Pada intinya, mereka pasti akan kembali beroperasi dan akan lebih disiplin melakukan protap protokol kesehatan,”jelasnya.
Selain itu, belum ada upaya apapun dilakukan dan masih menunggu aturan pemerintah di saat tanggap darurat dan mempersiapkan pemulihan sembari menunggu kebijakan baru. Ditanya soal kerugian dari penutupan hotel dan restoran selama masa pandemi corona, Anggiat menegaskan lagi, jika kisaran kerugiaan yang diakibatkan dari penutupan hotel dan restoran di Sulsel sudah mencapai milyaran lebih.
“Sementara ini kita masih menunggu kebijakan dari pemerintah. Kalau kerugiannya dek’ tidak usah ditanyakan sudah habis milliar hingga trilliun ini kalau jumlanya nanti kita hitungkan berapa,” tutupnya. (ita)
Anggiat: Hotel dan Retoran Masih dalam Pemulihan
×

